Logo Header Antaranews Sumsel

Mahasiswa peduli energi gelar seminar kedaulatan energi

Minggu, 22 Juni 2014 17:53 WIB
Image Print
Mahasiswa selenggarakan seminar kedaulatan energi di Palembang, Minggu (Foto: antarasumsel.com/14/Susilawati)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli energi menggelar seminar darurat kedaulatan energi migas nasional untuk mengetahui kondisi kedaulatan energi.

"Mahasiswa sudah sangat sadar dan paham bagaimana kondisi kedaulatan energi, karena itu mereka menggelar seminar darurat kedaulatan energi migas nasional," kata Ketua Serikat Pekerja Pertamina Refinery Unit III, Dicky Firmansyah usai membuka seminar di Palembang, Minggu.

Menurut Dicky, sekarang energi itu sudah berada di titik nadir. Indonesia sebagai negara yang dengan kekayaan alam hanya mengelola atau memiliki hasilnya 15 persen saja," katanya.

Ia mengatakan, mahasiswa ini sangat peduli bahwa mereka perlu melakukan suatu tindakan apapun bagaimana cara supaya kedaulatan energi kembali ke pangkuan pertiwi.

"Kami sebagai pekerja migas memberikan masukan dan bersedia menjadi narasumber untuk memberitahu kepada mahasiswa bagaimana situasi dan kondisi aktual mengenai energi," ujarnya.

Selain seminar para mahasiswa ini juga mendeklarasikan keinginan mereka, pendapat mereka dalam bentuk petisi tuntutan-tuntutan kepada pemerintah, pemegang kepentingan, pemegang kebijakan, menyampaikan supaya pemerintah atau pemegang kepentingan sadar bahwa masyarakat bukan yang bodoh lagi.

Mahasiswa sekarang bukan yang seperti zaman dulu diatur-atur, tetapi mereka sangat kritis dan siap melakukan perjuangan untuk merebut kedaulatan energi nasional, tuturnya.

Ia menyatakan, nanti hasil seminar ini tentunya akan disampaikan ke pemerintah pusat melalui pemerintah daerah.

"Kami pelaku pekerja migas dan mahasiswa sudah sangat merasakan dimana kedaulatan energi migas seluruh kekayaan alam lifting-lifting minyak, tidak ada yang 100 persen lari di Indonesia dan pasti sebagian keluar," paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja harus impor, katanya.

Sementara Presiden aliansi mahasiswa peduli energi, Ridho menyatakan, kuliah umum dan seminar nasional darurat kedaulatan energi migas nasional ini diikuti sekitar 500 orang mahasiswa dari berbagai kampus di Palembang.

"Kami juga deklarasi petisi mengenai kedaulatan energi," ujarnya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026