Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD rayakan HUT Sumsel secara sederhana

Rabu, 14 Mei 2014 19:08 WIB
Image Print
Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
...Perayaan hari ulang tahunnya lebih baik tidak berpoya-poya, karena dana perimbangan banyak dipotong di pusat...

Palembang (ANTARA Sumsel) - DPRD Sumatera Selatan akan merayakan hari ulang tahun ke-68 Pemerintah Provinsi Sumsel yang puncaknya pada 16 Mei 2014 secara sederhana, karena dana perimbangan banyak dipotong di pusat.

Perayaan sederhana seperti olahraga sudah beberapa tahun terakhir dilakukan bersama Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumsel dengan kegiatan internal saja, kata Ketua DPRD provinsi setempat Wasista Bambang Utoyo di Palembang, Rabu.

Menurut dia, perayaan hari ulang tahunnya lebih baik tidak berpoya-poya, karena dana perimbangan banyak dipotong di pusat.

"Jadi, kita melakukan penghematan saja," kata politisi Partai Golkar Sumsel itu.

Sementara mengenai perlombaan bidar di perairan Sungai Musi, ia mengatakan, untuk perlombaan bidar itu dilaksanakan biasanya pada HUT Kota Palembang dan 17 Agustusan.

Ia mengaku, memang ada pertimbangan untuk menggelar pesta rakyat, tetapi karena baru selesai Pemilu Legislatif, maka pesta rakyat ditiadakan.

Sementara mengenai tema HUT Pemprov Sumsel tahun ini, ia menuturkan, temanya "Sumsel harus go internasional", karena momentum internasional sudah dilaksanakan di Sumsel seperti SEA Games.

"Tolak ukurnya, karena Sumsel kaya akan sumber daya alam (SDA), tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena untuk mengeluarkan SDA satu-satunya melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api," ujarnya.

Ia menyatakan, kenapa ada SEA Games di Sumsel, supaya dunia luar tahu bahwa provinsi ini ada, membuat pabrik terbesar dengan gas batu bara konsumennya mereka, dan supaya investor masuk ke Sumatera Selatan.

Investor masuk kalau kondisinya kondusif dan Alhamdulillah Sumsel kondusif, kemudian akses internasional muaranya besar, bandar udara juga sudah internasional selanjutnya IT penunjangnya untuk perbankan sudah internasional, hanya saja kepercayaan pemerintah pusat ke Sumsel ini yang belum, paparnya.

Ia menuturkan, hal tersebut menjadi pertanyaan besar dan kekecewaan dirinya, karena tidak mampu berbuat apa-apa, sebab pusat menjanjikan terus untuk mendukung pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api bahkan dikampanyekan tetapi sampai sekarang belum terealisasi.

Ia berharap, ke depan melalui wakil-wakil Sumsel KEK itu bisa terwujud.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026