
Semen produk luar dominasi pasaran di OKU

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Semen produk dari luar, seperti Tiga Roda dan Holcim, sejak dua bulan terakhir menguasai pasaran di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, padahal di daerah itu ada pabrik semen PT Semen Baturaja.
Pantauan di pasaran Baturaja, Senin, sejumlah toko material mengaku tidak lagi menjual semen merek Tiga Gajah produksi PT Semen Baturaja (PT SB), karena pabrik pengelola di wilayah setempat tidak mendistribusikan produknya sejak dua bulan terakhir.
"Khusus Pabrik Baturaja katanya tidak produksi, kalau beli Semen Baturaja yang diproduksi pabrik pengantonan di Lampung, harus ada tambahan biaya kirim," kata Hendra, pemilik toko material di Pasar Baru Baturaja.
Ia mengaku terpaksa harus menjual dengan harga lebih tinggi.
Untuk Semen Baturaja yang diproduksi dari pabrik Lampung harga jual bisa mencapai Rp70 ribu per sak.
Padahal, kata Hendra, sebelumnya harga semen merek yang sama yang diproduksi pabrik di Baturaja harganya hanya Rp60 ribu/sak.
Sementara itu, harga semen produksi luar, seperti Holcim dan Tiga Roda yang harganya masih berkisar Rp60 ribu/sak.
Acam, pemilik toko material lainnya di Pasar Baturaja, mengatakan bahwa pihaknya sudah dua bulan terakhir tidak lagi memiliki stok semen Tiga Gajah. Namun, dia hanya menjual merek Tiga Roda.
Di sisi lain para konsumen mengaku lebih menyukai semen produksi Tiga Gajah karena daya rekatnya lebih bagus dan cepat kering.
Beberapa konsumen khususnya yang sedang membangun rumah pribadi mengaku masih menunggu semen merek Tiga Gajah karena menyakini mutunya lebih baik. Di samping itu, harganya juga lebih murah daripada semen merek lain yang didatangkan dari luar OKU.
Tarmizi, warga Baturaja, mengaku saat ini sedang memasang fondasi untuk membangun rumah, terpaksa menghentikan sementara pembangunan rumah karena terjadi kelangkaan semen merek Tiga Gajah Baturaja sejak dua bulan terakhir.
Kepala Biro Umum PT Semen Baturaja Zulman Jamal ketika dikonfirmasi secara terpisah membenarkan sejak dua bulan terakhir PT Semen Baturaja melakukan perbaikan mesin.
"Setiap tahunnya memang ada program perbaikan mesin sehingga produksi terhenti selama 60 hari. Namun, biasanya perbaikan itu dilakukan di akhir tahun. Akan tetapi, kali ini dilaksanakan di awal tahun sekalian dilakukan perbaikan rutin tahunan," kata Zulman.
Menurut dia, PT SB yang merupakan salah satu perusahaan BUMN ini kembali terus berbenah diri dan terhitung sejak 20 Maret 2014 melakukan salah satu kegiatan penggantian dan pemeliharaan shell kiln.
"Salah satu bagian penting dari mesin kiln, yaitu mesin pembakar matrial pembuat clinker. Perbaikan mesin ini tujuannya untuk lebih mengoptimalkan produksi semen perusahaan sehingga ke depan tidak ada trouble lagi," katanya.
Untuk menjaga kestabilan pasokan semen di wilayah pemasaran PT SB selama waktu pemeliharaan berlangsung, kata Zulman, manajemen melakukan impor clinker atau bahan baku semen dari dalam maupun luar negeri.
"Alhamdulillah, Senin ini pukul 16.00 WIB Pabrik Baturaja sudah kembali beroperasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pabrik PT Semen Baturaja terdapat dua tempat pengantongan, yakni di Kertapati (Palembang) dan Tarahan (Lampung).
Pewarta: Oleh: Edo Permana
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
