
Pedagang emas Baturaja nyaris korban pengedar uang palsu

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Pedagang perhiasan emas di Pasar Gotong Royong, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan nyaris terkecoh dan menjadi korban dari tersangka pengedar uang palsu yang berpura-pura akan membeli dagangannya.
Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi di Baturaja, Selasa, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/5) sekitar pukul 17.00 WIB saat pemilik toko emas Edi (60) kedatangan calon pembeli perhiasan emas.
"Tersangka pelaku berusia sekitar 35 tahun itu sebelumnya melihat-lihat dan memilih perhiasan emas yang akan dibelinya," kata Kapolres.
Pemilik toko emas di Batumarta Unit II tersebut mengambilkan perhiasan yang dipilih pelaku, kemudian tersangka menyerahkan uang pecahan Rp50 ribu senilai Rp2 juta untuk pembayaran.
"Pemilik toko emas kemudian mengamati uang pecahan Rp50 ribu dan merasa curiga terkait keaslian uang itu," ungkapnya.
Kemudian pemilik toko emas mengambil kembali emas yang sudah dibeli pelaku, karena uang yang dibayarkan dicurigai palsu dengan alasan akan menanyakan kepada adiknya apakah emas bentuk kalung seberat 2,5 suku boleh dijual atau tidak.
Sampai di dalam, Edi lalu mengontak polisi dan melaporkan kecurigaannya melihat kondisi uang pecahan Rp50 ribu yang akan dibayarkan pelaku.
"Mendapat laporan itu Kanit Res Polsek Lubukraja Bripka Agus bersama Kapolsek Lubukraja Iptu Roy Zulisrin langsung meluncur ke lokasi kejadian," ujarnya.
Melihat kedatangan polisi, pria berpenampilan perlente ini langsung kabur mengambil langkah seribu, namun petugas langsung mengecek kamera pengintai (CCTV) untuk menyelidiki identitas pelaku untuk diburu.
Menurut Kapolres, modus operandi pria berpenampilan perlente ini mau membeli emas 24 karat seberat 1,5 suku (satu suku seberat 6,7 gram) dengan harga yang sudah disepekati yakni Rp4.275.000.
Saat pelaku sedang menghitung uang pada hitungan ke Rp2 juta, korban meminta kembali emas dan pura-pura akan menanyakan kepada adiknya dahulu, kemudian pemilik toko langsung mengontak polisi.
Dikatakan Kapolres, pelaku datang ke toko saat menjelang sore.
"Untuk itu kita mengimbau masyarakat, khususnya pedagang agar berhati-hati saat melakukan transaksi tunai. Apabila ada yang mencurigakan agar segera mengontak polisi," tegas Kapolres.
Ia menambahkan, tersangka pelaku saat ini dalam pengejaran pihak anggota Polres OKU.
Pewarta: Oleh: Edo Permana
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
