Logo Header Antaranews Sumsel

Ikatan arsitek Sumsel siap bersaing hadapi MEA

Jumat, 11 April 2014 15:05 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Selatan Zuber Angkasa memastikan anggota organisasi profesi tersebut siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community yang menjadi ajang pasar bebas di Asia Tenggara tahun 2015.

"Kami optimistis mampu lebih unggul dibandingkan arsitek-arsitek asing yang nanti akan bekerja secara bebas di Indonesia termasuk Sumatera Selatan," katanya ketika diminta tanggapan terkait kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 di Palembang, Jumat.

Menurut dia, arsitek-arsitek Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa menghadapi berbagai masalah kerja, sehingga lebih tahan dibandingkan dengan pekerja asing.

Karena itu, meskipun segera diberlakukan pasar bebas produk dan tenaga kerja tetap saja arsitek Indonesia akan menjadi tuan di rumah sendiri.

Apalagi, dia mengatakan secara kemampuan atau keahlian arsitek dalam negeri juga tidak kalah dengan tenaga kerja impor tersebut.

Sertifikat yang diterbitkan IAI yaitu sertifikasi keahlian arsitek (SKA) juga bukti tertulis kemampuan secara profesional anggota IAI secara nasional.

Dia menjelaskan, dengan kemampuan dan keahlian arsitek Indonesia yang unggul tersebut pihaknya optimistis nanti tidak hanya menjadi tuan di rumah sendiri, tetapi juga berhasil bekerja di negara ASEAN lainnya.

Selama ini, arsitek asing seperti dimaklumi meskipun belum dilaksanakan MEA telah bekerja pada proyek-proyek besar di Indonesia, karena itu pihaknya juga mengharapkan komitmen pemerintah dalam mengutamakan pekerja lokal.

Zuber menambahkan, di Sumatera Selatan terdapat sekitar 400 orang arsitek yang bekerja secara profesional berperan aktif dalam mendorong perkembangan daerah.

Ratusan arsitek tersebut selama ini telah bekerja sangat baik menjadikan kota dan kabupaten tertata rapi dengan estetika yang menarik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah itu.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026