Logo Header Antaranews Sumsel

Kondisi cuaca di Sumsel dominan berawan

Rabu, 19 Februari 2014 07:55 WIB
Image Print
Ilustrasi - Cuaca di Kota Palembang. (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)
...Sembilan kota di wilayah Sumsel hari ini diprakirakan berawan sedangkan enam kota lainnya berpeluang hujan dengan intensitas ringan...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirkan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu dominan berawan.

"Sembilan kota di wilayah Sumsel hari ini diprakirakan berawan sedangkan enam kota lainnya berpeluang hujan dengan intensitas ringan," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan, kota yang diprakirakan berawan yakni Kota Palembang, Indralaya, Lubuklinggau, Prabumulih, Baturaja, Musirawas, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Martapura.

Sedangkan enam kota lainnya yang diprakirakan berpeluang hujan ringan yakni Kota Kayu Agung, Muara Enim, Lahat, Muaradua, Tebingtinggi, dan Pagaralam.

Kota yang diprakirakan berawan itu memiliki suhu udara berkisar 22 hingga 32 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 59 hingga 97 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju barat laut kecuali Kota Musirawas, Sekayu, dan Lubuklinggau arah angin daerah ini menuju utara.

Sementara kota yang diprakirakan hujan ringan tersebut memiliki suhu udara berkisar 22-33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 58-98 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin menuju barat laut, katanya.

Menurut dia, wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa ini pada Februari 2014 mulai sedikit turun hujan dengan intensitas curah hujan sekitar 201 milimeter, namun pada Maret nanti diprakiran akan kembali meningkat dengan intensitas curah hujan hingga 300 mm.

Melihat intensitas urah hujan diprediksi masih cukup tinggi, masyarakat yang berada di beberapa daerah rawan banjir dan tanah longsor diimbau tetap waspada terhadap ancaman bencana dampak musim penghujan itu, kata Indra.

Sementara Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumsel MS Sumarwan mengatakan, menghadapi kondisi cuaca sekarang ini, pihaknya telah meningkatkan kesiap siagaan personel dan peralatan pendukung untuk membantu masyarakat jika terjadi suatu bencana.

Dalam kondisi sekarang ini anggota Tagana fokus menyiapkan diri membantu masyarakat menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor, meskipun demikian ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi pehatian karena di beberapa provinsi tetangga mulai mengalam masalah gangguan kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kata Sumarwan.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026