Logo Header Antaranews Sumsel

Nilai tukar rupiah Rp11.684

Senin, 17 Februari 2014 17:11 WIB
Image Print
Uang rupiah kertas pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. (Foto Antarasumsel.com/14/Yudi Abdullah)
...Mata uang rupiah memimpin penguatan di antara mata uang negara berkembang setelah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia menyempit...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat sebesar 172 poin menjadi Rp11.684 dibanding sebelumnya Rp11.856 per dolar AS.

"Mata uang rupiah memimpin penguatan di antara mata uang negara berkembang setelah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia menyempit," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia membaik cukup signifikan sehingga meningkatkan "outlook" bagi nilai tukar rupiah dan mengembalikan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

"Pelemahan dolar AS pada awal pekan ini mendorong kenaikan nilai aset yang masuk kategori berisiko seperti mata uang negara-negara berkembang," kata dia.

Ia menambahkan saat ini pelaku pasar juga sedang terbebani oleh melemahnya data ekonomi AS sehingga ekspektasi pasar bahwa the Fed akan mempertimbangkan pengurangan stimulus keuangan (tapering off).

"Ada perasaan di pasar bahwa the Fed mungkin akan memperlambat laju 'tapering off', atau bahkan dihentikan sementara di tengah memburuknya data ekonomi AS. Pelemahan dolar AS diperkirakan terus berlanjut," kata dia.

Ariston mengatakan, optimisme juga merebak setelah pada akhir pekan lalu pemerintah merilis data pinjaman baru China yang mencatatkan rekor angka pinjaman tertinggi dalam empat tahun terakhir di bulan Januari.

"Rilis itu cukup berhasil meredakan kekhawatiran pasar karena sebelumnya para investor cemas terhadap bank sentral China yang melakukan pengetatan moneter," papar dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin ini (17/2), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp11.716 dibanding sebelumnya (14/2) di posisi Rp11.886 per dolar AS.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026