Logo Header Antaranews Sumsel

Kemenhut gelar operasi modifikasi cuaca 12 hari tekan karhutla di Sumsel

Rabu, 22 Juli 2026 08:53 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pesawat milik TNI AU yakni Casa-212 Reg A-2104 yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca di Palembang, Kamis (4/7/2024). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan selama 12 hari mulai 19 hingga 30 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan potensi hujan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto di Palembang, Selasa, mengatakan OMC difokuskan pada wilayah yang masih terjadi karhutla maupun daerah yang berpotensi mengalami kebakaran, agar hujan dapat membantu proses pengendalian di lapangan.

"OMC mulai 19 hingga 30 Juli 2026 dengan dukungan anggaran dari Kementerian Kehutanan. Target OMC hujan dapat turun, khususnya di lokasi-lokasi terjadi karhutla, sehingga membantu menekan perkembangan titik api dan mempercepat penanganan di lapangan," katanya.

Hujan yang dihasilkan melalui OMC, lanjutnya, diharapkan tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber air bagi tim pemadam.

"Hujan yang turun diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman, mengisi embung dan kanal, serta membasahi lahan yang semakin mengering," ujar Ferdian.

Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertugas menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian.

Sementara itu Lanud Sri Mulyono Herlambang memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung.

Pada hari pertama pelaksanaan OMC, tim melakukan satu kali sorti penyemaian awan dengan menebarkan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Ferdian berharap operasi modifikasi cuaca tersebut dapat berjalan optimal, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel), terutama di daerah yang menjadi prioritas penanganan.

"Kami berharap operasi ini berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan dalam mendukung pengendalian karhutla di wilayah Sumsel, terutama pada daerah-daerah yang saat ini menjadi prioritas penanganan," kata Ferdian Krisnanto.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhut gelar OMC di Sumsel selama 12 hari guna tekan kasus karhutla



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026