
Dinas PU OKU cek jalan amblas

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Dinas PU Bina Marga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melakukan pengecekan jalan yang rusak dan amblas di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Minggu.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PU Bina Marga Ogan Komering Ulu (OKU), Muzaim di Baturaja, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang memantau dan mengecek ke lokasi jalan yang rusak agar segera diperbaiki.
"Namun, untuk biaya perbaikan jalan tersebut belum dipastikan apakah masuk anggaran APBD 2014. Namun, saya sudah minta kepada petugas untuk mengecek ke lapangan," katanya.
Pantauan di lapangan, Jalan Ganesha yang menghubungkan ke beberapa daerah seperti Kelurahan Sekar Jaya, Sarang Elang, Holindo dan Jalan Lintas Sumatera itu amblas serta gorong-gorong jebol hingga menutupi saluran air menyebabkan banjir.
Hujan yang mengguyur sejak Kamis (2/1) menyebabkan aspal jalan
amblas sekitar sepanjang 30 meter dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
"Warga juga memasang tanda dari potongan pepohonan di jalan rusak untuk mengindari kecelakaan laulintas," kata Kepala Desa Air Paoh, Thomson Nawawi.
Menurut Thomson, amblasnya jalan dan gorong-gorong tersebut lantaran tak mampu menahan debit air yang mengalir akibat hujan deras terjadi beberapa hari terakhir.
"Sebenarnya, gorong-gorong ini tak layak lagi, dan sudah seharusnya dibuat jembatan, karena air yang mengalir dari beberapa anak sungai bermuara ke sini, sehingga tidak mampu menampung," katanya.
Selain itu, amblasnya jalan tersebut, juga disebabkan banyaknya tronton pembawa alat berat melintas.
"Hampir semua tronton dan mobil besar yang membawa alat berat untuk pembukaan lahan perumahan lewat jalan ini, karena melalui arah Polsek Baturaja Timur ada jembatan layang dan di Holindo diportal," tambahnya.
Sarpani (60), warga sekitar menambahkan bahwa amblasnya jalan tersebut sudah lama terjadi.
Namun, kata dia, puncaknya saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Baturaja, sejak beberapa hari terakhir sehingga air sampai meluap menggenagi badan jalan.
Sementara, kawasan perkampungan sekitarnya air masuk ke rumah sampai setinggi satu meter.
Ia berharap, pihak pemerintah daerah segera memperbaiki jalan rusak tersebut, karena dikhawatirkan bila hujan lebat turun kondisinya akan semakin parah bahkan tidak bisa dilalui kendaraan lagi. (E Permana)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
