Logo Header Antaranews Sumsel

KAI: jelang Natal tiket kereta api masih tersedia

Jumat, 29 November 2013 18:28 WIB
Image Print
Petugas loket tiket kereta api Stasiun Kertapati Palembang (FOTO ANTARA/Feny Selly/12)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Menjelang Perayaan Natal tahun 2013 dan sebulan menjelang tahun baru 2014 tiket kereta api tujuan Kertapati - Lubuklinggau dan Kertapati - Tanjungkarang masih tersedia, kata Manager Humas PT.KAI Divre III Sumatera Selatan Bambang S Prayitno.

"Data yang kami himpun, hari ini pukul 09.00, dari empat perjalanan Kereta Api (KA) pagi dan malam seperti KA ekonomi Serelo tujuan Lubuklinggau tiket rata-rata masih tersedia 250 hingga 300 lembar," kata Bambang di Palembang, Jumat.

Selanjutnya, tiket KA ekonomi Rajabasa tujuan Tanjungkarang rata-rata menunjukan hal yang sama.

Sementara untuk KA Eksekutif/ Bisnis KA SindangMarga tujuan Lubuklinggau kelas eksekutif rata-rata masih tersedia 80 lembar tiket perhari dan kelas bisnis 119 hingga 120 tiket per hari masih ada.


Sedangkan untuk KA Sriwijaya tujuan Tanjungkarang kelas eksekutif tersedia rata-rata 50 hingga 60 lembar tiket perharinya dan kelas eksekutif 80 tiket perharinya.

Terkait dengan masih banyaknya tiket untuk KA ekonomi, menurut Bambang, hal itu terjadi pada kelas ekonomi karena penumpangnya mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kelas eksekutif maupun bisnis.

"Penumpang kelas ekonomi cenderung membeli tiket ketika seminggu hingga ketika akan berangkat, padahal kami sudah memberikan kemudahan untuk membeli tiket 90 hari menjelang keberangkatan, dan tiket dibeli tidak harus di stasiun tapi bisa melalui minimarket sekitar tempat tinggalnya" ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk perjalanan KA tahun ini khusus kelas bisnis dan ekonomi kondisinya jauh lebih nyaman, karena semua rangkaian berpendingin udara dan kapasitas angkut hanya 100 prosen atau tiket yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk tersedia.
Artinya tidak ada penumpang dengan tiket tanpa tempat duduk, keamanan dan kenyaman lebih terjamin jika tidak berdesakan, hal ini juga ditambah dengan larangan pedagang asongan masuk dalam area stasiun apalagi mengikuti perjalanan KA.

"Hal ini dilakukan sebagai tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan untuk keamanan dan kenyamanan kepada penumpang" tegasnya.

Untuk turut serta mendukung kenyaman dalam perjalanan pihak perusahaan juga mohon kepada penumpang agar tidak merokok, baik di persambungan kereta maupun di dalam kereta, hal ini untuk menjaga kesehatan bersama.

"Kami juga mengimbau, ketika melakukan reservasi tiket agar turut serta membelikan tiket putra-putrinya, jika masih bayi beli tiket hanya 10 persen tanpa tempat duduk dari tarif berlaku dan dapat dibeli di stasiun keberangkatan," katanya..

Sedangkan anak usia tiga hingga 10 tahun wajib membeli tiket sama dengan dewasa, karena harus mendapatkan tempat duduk, untuk terjaminnya asuransi kecelakaan dan kepastian data manifest.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026