Logo Header Antaranews Sumsel

Harga cabai merah di Palembang naik

Selasa, 8 Oktober 2013 16:03 WIB
Image Print
Cabai merah (Foto Antarasumsel.com/Nila Fuadi)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga cabai merah besar yang dijual pedagang pengecer pada sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Selasa tercatat Rp40 ribu per kilogram, atau naik jika dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu sebesar Rp28 ribu/kg.

Naiknya harga cabai merah besar tersebut karena pasokan barang didatangkan pedagang pengumpul ke pasaran kurang lancar dan jumlahnya juga terbatas, kata Rifin (41) pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang, Selasa.

Menurut dia, pasokan cabai merah yang didatangkan pedagang pengumpul dari daerah sentra produksi biasanya dipusatkan di pasar induk Jakabaring. Namun, sebagian ada juga dijual ke agen di pasar tradisional 16 Ilir.

"Jadi, para pedagang pengecer dari semua pasar tradisional di kawasan Kota Palembang mendapat jatah dari pedagang pengumpul atau agen di pasar induk Jakabaring dan pasar tradisional terbesar di Sumatera Selatan 16 Ilir," katanya.

Di samping itu, juga banyak pedagang dari luar Kota Palembang sengaja datang menjadi pelanggan rutin, termasuk dari daerah kepulauan Bangka Belitung.

Mengenai pasokan cabai, menurut Rusli, pedagang pengecer di pasar tradisional Simpang Sungki, selain dipasok dari pasar induk Jakabaring, juga sering pedagang pengumpul dari daerah penghasil Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin menjual langsung ke pengecer.

Biasanya bila pasokan cabai merah lancar dan jumlahnya melimpah, ada kalanya pedagang pengumpul mendatangi langsung para pedagang pengecer.

Kondisi demikian, kata dia, biasanya para petani melakukan panen cabai secara bersamaan sehingga pasokan barang ke pasaran lancar dan melimpah.

Sejak dua hari terakhir, memang pasokan cabai merah besar kurang lancar dan jumlah barang terbatas sehingga memicu harga jual tinggi, katanya.

Harga cabai merah memang tidak bisa diprediksi, bisa saja hari ini harga naik, kemudian hari berikutnya terjadi penurunan tergantung pasokan barang.

Ia mencontohkan dua bulan sebelumnya harga cabai merah besar sempat naik hingga di atas Rp50 ribu/kg karena pasokan barang berkurang. Namun, setelah itu pada periode September sudah berangsur turun hingga terendah kisaran Rp30 ribu/kg.

Kemudian, sejak dua hari terakhir ada terjadi kenaikan harga karena pasokan barang jauh berkurang, kata Rusli.

Pantauan di beberapa pasar tradisional tersebut, sebagian besar pedagang menyediakan stok cabai merah terbatas. Namun, calon pembeli tetap ramai.

Mengenai harga cabai merah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan periode September 2013, dari 360 jenis komoditas yang dipantau di pasar Kota Palembang terdapat 85 komoditas mengalami kenaikan harga dan 31 lagi terjadi penurunan harga, termasuk cabai merah besar yang memberikan andil cukup besar terhadap inflsi kota tersebut.

Menurut Kepala BPS Sumsel Baehdi Ruswama bahwa nilai inflasi Kota Palembang periode September 2013 tercatat -0,44 persen.

Ia menjelaskan, dari total 360 komoditas dipantau pada sejumlah pasar di Kota Palembang periode September 2013 itu, justru terjadi penurunan harga pada enam komoditas yang memberikan andil nilai inflasi kota tersebut antara lain cabai merah, bawang merah, buncis, dan daging sapi.

Selama September, penurunan harga cabai merah -32,21 persen memberikan andil inflasi sebesar -0,29 persen, bawang merah -50,26 persen menyumbang inflasi -0,77 persen, buncis -38,13 persen ada kontribusi inflasi -0,03 persen dan penurunan harga daging sapi -5,23 persen menyumbang inflasi -0,04 persen.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026