Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet lelang Sumsel naik

Sabtu, 14 September 2013 19:36 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet petani yang dipasarkan melalui lelang di Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu, tercatat antara Rp10.900 hingga Rp11.265 per kilogram, naik dibandingkan pekan lalu sekitar Rp10.600/kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan (Sumsel), Benyamin, di Palembang, mengatakan harga karet tersebut diperoleh berdasarkan data dari sejumlah KUD dan pasar lelang di beberapa daerah penghasil.

Dijelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Unit Produksi dan Pemasaran Benih (UPPB) Lavender Kecamatan Banyuasin III harga bahan olah karet (Bokar) umur satu minggu Rp11.265/kg, UPPB Usaha Bersama Rp11.200, UPPB Bina Tani Rp11.100 dan UPPB Harapan Kita Rp10.900/kg.

Berdasarkan informasi dari pasar lelang di beberapa daerah di Sumsel bahwa sejak sebulan terakhir harga bokar umur satu minggu berangsur-angsur naik dibandingkan sebelumnya.

Menurut Benyamin, kenaikan harga bokar petani yang dijual melalui pasar lelang tersebut karena menyesuaikan perkembangan perdagangan komoditas itu di pasaran tingkat pabrik di Palembang.

Sementara, pasaran karet di tingkat petani di salah satu daerah penghasil komoditas tersebut sekarang ini mulai ada peningkatan dari sebelumnya sekitar Rp9.950 sekarang naik menjadi Rp10.100/kg dam beberapa hari ke depan diharapkan kembali naik.

"Harga karet kita harapkan berangsur naik karena komoditas tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan petani yang menjadi andalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata Sarno, petani Desa Sugihan, Kabupaten Muaraenim, ketika dihubungi sebelumnya di Palembang.

Menurut dia, petani di beberapa daerah sekitar Desa Sugihan mayoritas menggeluti budidaya karet, sedangkan menanam padi dan komoditas lainnya hanya sebagai sampingan atau penghasilan tambahan.

"Jadi jika harga karet turun, sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian petani di daerah tersebut," katanya.

Mengenai kegiatan ekspor, Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa realisasi ekspor nonmigas Sumatera Selatan periode Januari-Juni 2013 total menghasilkan devisa 1,73 miliar dolar Amerika Serikat (AS), didominasi produk karet mencapai 1,44 miliar dolar AS.

Komoditi penyumbang devisa ekspor nonmigas Sumsel terbesar kedua adalah CPO dan produk turunannya 98,25 juta dolar, disusul batu bara 74,99 juta dolar dan kayu/produk kayu 14,34 juta dolar AS.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026