Logo Header Antaranews Sumsel

Puting beliung kembali melanda Sumsel

Rabu, 11 September 2013 19:44 WIB
Image Print

Palembang, 11/9 (Antara) - Bencana tanah longsor dan angin langkisau (puting beliung) melanda kembali kawasan permukiman penduduk di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada bulan ini.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumatera Selatan M.S. Sumarwan di Palembang, Rabu, menjelaskan bahwa pada bulan September 2013 telah terjadi beberapa kali tanah longsor dan angin langkisau sehingga ancaman bencana tersebut perlu diwaspadai.

Hujan yang mengguyur sejumlah daerah pada musim kemarau basah sekarang ini, kata dia, mulai menimbulkan bencana tanah longsor, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, 5 September lalu.

Bencana longsor yang terjadi di kawasan Pasar Ulu, Muaradua, OKU Selatan itu mengakibatkan 17 rumah warga setempat rusak dan empat warga mengalami luka berat akibat tertimpa material longsor berupa tanah bercampur batu, kayu, ranting, dan patahan pohon.

Kemudian, pada tanggal 9 September 2013 terjadi angin langkisau di Desa Sukabaru, Kecamatan Bungamayang, OKU Timur yang mengakibatkan satu unit rumah warga setempat roboh, puluhan atap rumah warga rusak ringan hingga berat, serta delapan warga mengalami luka-luka akibat tertimpa kayu dan genteng.

Dalam peristiwa itu, kata Sumarwan, tidak terjadi korban jiwa. Bagi masyarakat yang mengalami musibah tersebut telah mendapat bantuan tanggap darurat berupa pengobatan dan bahan makanan dari anggota Tagana, Dinas Sosial, dan Badan Penaggulangan Benca daerah setempat, katanya.

Menurut dia, melihat cuaca akhir-akhir ini mulai banyak hujan dan angin kencang, masyarakat di provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu diimbau agar mewaspadai bencana tanah longsor, angin puting beliung, dan juga bencana banjir.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, diharapkan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin langkisau dapat melakukan berbagai langkah antisipasi sehingga terhindar dari kerugian harta benda dan jiwa, kata Sumarwan.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan Indra Purnama mengatakan bahwa intensitas curah hujan pada bulan ini cenderung meningkat.

"Berdasarkan pemantauan melalui satelit cuaca, hari ini terdapat 12 kota berpeluang hujan ringan, dan tiga kota lainnya diprakirakan berpeluang hujan sedang," ujarnya.

Intensitas curah hujan pada bulan September 2013 diprakirakan berkisar 101--150 milimeter atau sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Melihat tingginya intensitas curah hujan tersebut, masyarakat di daerah tersebut, selain mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana dampak musim kemarau, juga perlu mewaspadai bencana lainnya, seperti tanah longsor, angin langkisau, dan banjir yang beberapa hari terakhir mulai melanda sejumlah daerah, ujar Indra pula.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026