Logo Header Antaranews Sumsel

Produk Indonesia bersaing ketat di CAEXPO

Rabu, 4 September 2013 15:45 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Nanning, Guangxi (ANTARA Sumsel) - Sejumlah produk mata dagangan Indonesia yang dipamerkan di Pameran Dagang dan Industri China - ASEAN ke-10 (CAEXPO) bersaing ketat dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya yang juga menawarkan produk serupa.

Antara melaporkan dari Nanning, ibukota Provinsi otonomi Guangxi, Rabu, dari sekitar 100 perusahaan Indonesia yang tampil dalam ekspo tahunan tersebut, 28 stan menampilkan produk furniture, 12 stan produk makanan dan minuman kemasan, 18 stan barang-barang seni dan kerajinan, sembilan stan barang-barang konsumsi, masing-masing tujuh stan produk perhiasan/ asessoris dan dekorasi interior, 13 stan produksi garmen dan enam stan produk layanan jasa.

Seperti yang dituturkan oleh Esti, pengusaha wanita dari Pasuruan yang mengelola stan furniture berupa perabot dari kayu, mengaku bahwa walaupun peluang pasar cukup besar ke China, ia harus bersaing dengan produk sejenis dari negara-negara ASEAN lainnya, termasuk pendatang baru dari Laos, Myanmar, Kamboja dan Vietnam.

"Tentu kita harus menawarkan keunggulan yang kita miliki, yakni bahan jati yang berkualitas lebih baik dibandingkan yang dimiliki mereka dan juga kekhasan desain atau ukir-ukiran," ujarnya.

Ia juga mengaku khawatir China bisa meniru produk yang mereka impor, dengan harga yang lebih murah, khususnya produk-produk yang bisa dibuat dengan mesin secara massal.

Untuk sementara, Esti masih mengandalkan penjualan retil (eceran) ke pasar China, namun ke depan ia berupaya untuk mendapatkan kontrak penjualan seperti yang dilakukannya dengan pembeli di kawasan Eropa, Amerika dan Jepang.

Untuk CAEXPO ke-l0 ini ia menargetkan penjualan dua kontainer furniture kayu bernilai sekitar Rp187 jutaan.

Sementara Dede, pengelola stan barang-barang kerajinan dari Yogyakarta mengemukakan, memang perlu produk-produk yang unik atau khas agar bisa menembus pasar China sehingga untuk itu ia terus "update" mengenai selera calon konsumen.

Selain menawarkan kekhasan produknya, ia juga bersedia memenuhi desain produk yang diinginkan oleh konsumen.

Menurut catatan, negara-negara seperti Kamboja, Laos, Vietnam juga mengandalkan produk ukir-ukiran kayu mereka dengan desain dan corak etnis masing-masing seperti ukiran naga, patung Budha atau ukiran yang menunjukkan indentitas seni budaya mereka. Bahkan stan Vietnam menampilkan guci-guci raksasa dengan ukir-ukiran khas etnis mereka.

Persaingan ketat juga tampak pada produk makanan dan minuman kemasan, bahkan stan Indonesia agaknya "tenggelam" dibandingkan dengan misalnya negara jiran, Malaysia, yang menampilkan berbagai jenis kopi kemasan, seperti kopi beraroma durian atau kopi dengan obat kuat "tongkat ali".

Aneka ragam produk makanan camilan kemasan juga ditampilkan di stan Thailand, mulai dari makanan berbahan baku dari beras dan ketan, terigu dan buah-buahan serta produk hasil laut yang dikeringkan, sementara stan Filippina didominasi makanan dan minuman berasal dari kelapa, termasuk anggur yag terbuat dari kelapa. Stan Myanmar, Laos dan Kamboja juga menawarkan berbagai asesoris perlengkapan wanita
terbuat dari batu giok dan bebatuan lainnya.

Tuan rumah China seperti pameran-pameran terdahulu juga mendominasi CAEXPO ke-l0 dengan menampilkan anjungan tersendiri seperti pembangkit tenaga listrik, produk elektronika rumah tangga, hitech, investasi, material bangunan, mesin pemroses makanan dan anjungan investasi yang seluruhnya diisi sekitar 2.300 stan dari seluruhnya sekitar 4.600 stan dibandingkan dengan seluruh negara anggota ASEAN termasuk Indonesia dengan sekitar 1.300 stan.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026