
Harga CPO Sumsel Rp7.084 per kg

...Harga CPO di Sumsel sejak pertengahan Juni 2013 selalu berubah dari Rp6.870 per kg menjadi Rp7.049 per kg dan terakhir Rp7.084 per kg...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga minyak sawit mentah (CPO) di Sumatera Selatan mencapai Rp7.084 per kilogram atau naik dibanding pekan lalu Rp7.049 per kg, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin di Palembang, Sabtu.
Naiknya harga CPO itu berpatokan dengan ketetapan dalam rapat rutin yang diselenggarakan Dinas Perkebunan dan dinas instansi terkait dengan sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit di Sumsel yang diadakan dua kali dalam sebulan.
Perkembangan harga CPO di Sumsel selama sebulan terakhir belum stabil selalu terjadi perubahan. Harga CPO di Sumsel selain ditetapkan dalam rapat rutin tersebut, juga disesuaikan dengan perkembangan harga di luar negeri, karena sebagian hasil komoditi itu diekspor ke sejumlah negara konsumen.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, harga CPO di Sumsel sejak pertengahan Juni 2013 selalu berubah dari Rp6.870 per kg menjadi Rp7.049 per kg dan terakhir Rp7.084 per kg.
Sementara, minyak sawit mentah yang dipasarkan tersebut adalah dihasilkan melalui sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel dengan total luas mencapai kisaran 600.000 hektare.
Perkebunan kelapa sawit itu diusahakan oleh pengusaha swasta nasional maupun asing, termasuk dikelola secara swadaya oleh petani setempat.
Ia mengatakan, di Sumsel terdapat sejumlah perusahaan perkebunan antara lain PT Tania Selatan melakukan kegiatan usaha di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, PT Mitra Ogan dan PT Minangan Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang rata-rata sudah menghasilkan.
Sumatera Selatan hingga saat ini terdapat beberapa komoditi perkebunan andalan antara lain karet dan kelapa sawit, termasuk kopi dan sebagian perkebunan lada.
Ia menambahkan, tidak sedikit perkebunan kelapa sawit di Sumsel sebagian dalam kondisi kurang produktif dan perlu dilakukan upaya peremajaan kembali.
Pewarta: Oleh: Muhammad Suparni
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
