
Tradisi bakar petasan "Asmara Subuh"

Palembang (ANTARA Sumsel) - Menyambut pagi pertama Ramadhan sejumlah remaja dan anak-anak membakar aneka petasan di penjuru Kota Palembang, Rabu.
Pantauan di lapangan sejumlah titik seperti lokasi kolam retensi, jalan layang simpang Polda, Jalan tembusan Terminal Alang Lebar, asap petasan berseliweran di kawasan tersebut.
Anak-anak dan remaja yang meramaikan kawasan tersebut menikmati pesta petasan dengan saling melempari peledak berdaya kecil itu.
Kebiasaan ini sedikit mengganggu warga lainnya yang juga melakukan asmara subuh di kawasan tersebut. Intan salah satu pengunjung Benteng Kuto Besak (BKB) mengaku sangat terganggu.
Herry salah seorang remaja yang menyulut petasan mengaku menikmati pesta petasan pagi itu.
Dampak pesta petasan ini selain polusi suara dan asap juga sampah sisa petasan yang berserakan di mana-mana.
Petasan sendiri dijual sangat murah dan mudah ditemui penjualnya di pinggir jalan.
Arman salah seorang penjual di Pelataran BKB mengaku dagangannya nyaris ludes diserbu pembeli.
Harga petasan yang dijualnya bervariasi dari Rp5.000 yang berisi seratus buah hingga petasan model terbaru dinamai petasan disko seharga Rp15.000 berisi sepuluh buah.
Pewarta: Oleh : Feny Selly
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
