
Pedagang petasan semakin ramai

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pedagang petasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sepekan menjelang bulan suci Ramadhan 2013/1434 Hijriah semakin ramai bukan hanya di pasar melainkan juga di kawasan permukiman.
Antara melaporkan, Senin, pedagang petasan yang beberapa waktu lalu hanya bisa dijumpai di pasar tradisional, kini banyak menggelar permainan musiman itu di kawasan permukiman penduduk.
Beberapa lapak dan kios pedagang petasan bisa dengan mudah dijumpai di pinggir jalan menuju pasar tradisional kawasan Lemabang, di pingggir jalan dan emperan pertokoan di Pasar 16 Ilir, serta di kawasan pusat perbelanjaan dan perdagangan elektronik Jalan TP Rustam Effendi dan Beringin Janggut Palembang.
Selain itu juga pedagang petasan mulai banyak di pingggir jalan dan emperan pertokoan menuju permukiman penduduk kawasan Sekip, Perumnas Kenten Sako, dan Alang-alang Lebar.
Salah seorang pedagang petasan Yanopi mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang dan selama bulan Ramadhan memanfaatkan momentum itu menjual petasan yang marak dimainkan anak-anak dan juga tidak sedikit dimainkan oleh orang dewasa.
"Blan puasa sangat saya nantikan setiap tahun, karena merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan dengan keuntungan yang lumayan besar," ujarnya.
Dalam kondisi sekarang ini petasan dijual dengan harga relatif murah yakni berkisar Rp8.000 hingga Rp45.000 per kotak, namun memasuki bulan Ramadhan ketika permintaan meningkat harganya dinaikkan hingga dua kali lipat dari harga tersebut, katanya.
Sementara pedagang lainnya Rasyid mengatakan, menjelang dan selama bulan puasa Ramadhan biasanya banyak yang mencari petasan.
"Menyalakan petasan yang menimbulkan suara menggelegar dan kembang api yang menimbulkan cahaya warna warni di langit pada malam bulan Ramadhan sepertinya sudah menjadi tradisi anak-anak di Bumi Sriwijaya ini," ujarnya.
Berjualan petasan bukan usaha utama di kiosnya, petasan merupakan barang dagangan musiman sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan.
Usaha utama yang digeluti selama ini adalah berdagang mainan anak-anak, namun setiap menjelang dan selama bulan Ramadhan ditambah berjualan petasan, kata dia.
Pewarta: Oleh: Yudi Abdullah
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
