Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet di Sumsel turun

Senin, 17 Juni 2013 16:28 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sadap karet (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet kualitas ekspor kadar kering 90 persen di Sumatera Selatan, Senin, tercatat Rp20.135 per kilogram atau turun dari harga sebelumnya sebesar Rp20.385/kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan Awie Aman di Palembang mengatakan bahwa harga bahan olah karet (bokar) kualitas ekspor kadar kering 90 persen dalam beberapa bulan terakhir cenderung turun karena pengaruh pasaran di luar negeri.

Menurut dia, berdasarkan data dihimpun Gapkindo melalui sejumlah perusahaan eksportir karet di Sumsel harga karet dalam sebulan terakhir memang ada terjadi naik dan turun. Namun, cenderung makin rendah.

Masih menurut data, pada kondisi 3 Juni 2013 harga karet ekspor kadar kering 90 persen masih kisaran Rp20.756/kg, kemudian 5 Juni sempat membaik menjadi Rp21.108/kg. Namun, setelah itu kembali turun dan terakhir 14 Juni hanya Rp20.135/kg.

Ia menjelaskan bahwa di Sumsel hingga saat ini terdapat belasan perusahaan anggota Gapkindo yang melakukan kegiatan ekspgor karet. Barang dagangan ini dibeli melalui pedagang pengumpul dari sejumlah daerah sentra produksi.

Harga karet tersebut diharapkan berangsur naik karena akan sangat berpengaruh dengan perkembangan harga di tingkat petani yang sebagian besar hanya mengandalkan dari hasil menyadap karet, katanya.

Mengenai harga di tingkat petani, dia menjelaskan bahwa para pedagang pengumpul biasanya menetapkan harga tergantung dengan perkembangan nilai beli dari pengusaha pabrik di Palembang.

"Jadi, bila pengusaha pabrik membeli dengan harga rendah, akan berpengaruh di tingkat petani juga akan lebih rendah lagi," kata Sarno, pedagang pengumpul dari Desa Sugihan, Kabupaten Muaraenim, ketika dihubungi dari Palembang, Minggu (16/6).

Menurut dia, dalam sepekan terakhir para pedagang pengumpul membeli karet ke petani ditetapkan kisaran Rp11.200--Rp11.600/kg.

Sementara itu, para pedagang pengumpul sebagian besar menjual karet langsung ke pengusaha pabrik di Palembang. Namun, sebagian pedagang pengumpul hanya menjual ke pasar lelang karena jumlahnya kurang dari 3.000 kg.

Biasanya para pedagang pengumpul kalau jumlah karet yang dibeli dari petani sudah mencapai 5.000 kg atau lebih, baru dijual ke pengusaha pabrik di Palembang sesuai dengan ukuran fasilitas angkutan digunakan.

Ia berharap harga karet akan kembali membaik karena dengan kondisi sekarang ini para petani banyak yang mengeluhkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika hanya mengandalkan penghasilan dari menyadap karet saja.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026