Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD pilih wakil gubernur Bengkulu

Jumat, 14 Juni 2013 14:34 WIB
Image Print

Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 45 orang anggota DPRD Provinsi Bengkulu akan menggunakan haknya untuk memilih wakil gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan 2010-2015, Jumat.

"Pemilihan akan digelar pukul 14.00 WIB hari ini, saat ini masih persiapan," kata Sekretaris DPRD Provinsi Bengkulu Sofwin Syaiful, di gedung DPRD setempat.

Dua calon wakil gubernur yang akan dipilih oleh DPRD untuk mendampingi Gubernur Junaidi Hamsyah yakni Dian Syakhroza dan Sultan Najamudin.

Ketua panitia pemilihan wakil gubernur, Fatrolazi mengatakan sebelum memasuki tahap pemilihan, kedua calon wakil gubernur diberi waktu untuk menyampaikan pidato politik di depan forum sidang paripurna.

Pidato yang disampaikan adalah terkait tugas dan fungsi pokok sebagai wakil gubernur.

"Setelah itu baru pemilihan, dimana terdapat tiga model pemilihan wakil gubernur yang akan diterapkan" kata Anggota Fraksi Perjuangan Rakyat itu.

Model pertama yakni musyawarah mufakat, dimana perwakilan enam fraksi diberikan kesempatan untuk bermusyawarah memilih wakil gubernur.

Jika tidak ada kesepakatan, maka beralih ke model pemilihan kedua yakni dua calon wakil gubernur diberi kesempatan untuk menentukan siapa diantara mereka yang mendampingi Gubernur untuk sisa masa jabatan 2010-2015.

Seandanya model kedua tersebut tidak tercapai, maka dilaksanakan model ketiga yaitu pemungutan suara.

Kertas surat suara akan dilengkapi nomor urut, nama dan foto kedua calon wakil gubernur dan 45 anggota DPRD akan menggunakan haknya untuk memilih wakil gubernur.

"Yang diconteng adalah nomor urut calon wakil gubernur," kata Heri.

Pantauan di Gedung DPRD, pemilihan wakil gubernur tersebut dijaga ketat aparat kepolisian.

Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen Pol Beny Mokalu melalui Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto mengatakan 105 orang anggota polisi disiagakan untuk mengamankan paripurna pemilihan wakil gubernur.

"Sebanyak 105 orang personel diturunkan, terdiri dari dua satuan setingkat kompi dari Polres dan tiga SSK dari Polda," kata Hery.

Ia mengatakan pengamanan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kelancara pelaksanaan pemilihan wakil gubernur di DPRD.

Agenda politik tersebut kata dia wajib diamankan untuk mengantisipasi adanya massa pro dan kontra dari dua calon wakil gubernur yang akan dipilih oleh DPRD.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026