
Konsorsium Perguruan Tinggi Bengkulu siapkan 11 proposal pembangunan daerah 3T

Jakarta (ANTARA) - Konsorsium perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu menyiapkan 11 proposal untuk mendukung pembangunan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Pulau Enggano.
"Yang kami targetkan sebagian besar memang di daerah 3T, terutama di Enggano. Kami ingin menyelesaikan beberapa macam persoalan. Enggano, misalnya, punya melinjo, punya pisang, punya ikan. Tetapi ketika cuaca tidak baik, itu tidak bermanfaat dan tidak memiliki nilai ekonomi. Itu yang kami coba upayakan sehingga ada pengolahan," kata Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Prof. Indra Cahyadinata di Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan 11 proposal tersebut disusun melalui kolaborasi perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu dalam program pengabdian kepada masyarakat yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Menurut dia, Universitas Bengkulu berperan sebagai perguruan tinggi pembina dalam penyusunan proposal yang melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu.
Dia menegaskan 11 proposal tersebut bukan hanya berasal dari Unib, melainkan disusun bersama oleh berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium.
"Semua perguruan tinggi. Kami kumpulkan semua perguruan tinggi yang ada di provinsi untuk membuat proposal," katanya.
Dia mengatakan sebagian besar proposal memang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di wilayah 3T. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan perguruan tinggi dalam membangun daerah lewat kontribusi keilmuan.
Karena itu, lanjutnya, perguruan tinggi akan memberikan dukungan berbasis ilmu pengetahuan melalui penyediaan data dan kajian ilmiah, penerapan teknologi tepat guna, serta hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat lainnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal dan meningkatkan produktivitas serta perekonomian masyarakat.
"Artinya, kami memberikan dukungan dari sisi keilmuan, misalnya menciptakan nilai tambah dari produk-produk yang ada," katanya.
Dia berharap program pengabdian melalui 11 proposal tersebut dapat menghasilkan kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah sasaran, khususnya daerah 3T.
Prof. Indra mengharapkan kolaborasi lintas perguruan tinggi itu menjadi bentuk kontribusi dunia akademik dalam membantu mengembangkan potensi lokal, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
