Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet lelang berfluktuasi

Senin, 10 Juni 2013 14:15 WIB
Image Print
Ilustrasi.(FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet lelang di Sumatera Selatan selama sepekan terakhir antara pasar lelang yang satu dengan lelang lainnya berfluktuasi dan bervariasi, karena disesuaikan dengan kualitas serta penetapan dari pihak pedagang pengumpul.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin di Palembang, Senin mengatakan berdasarkan data yang dihimpun pihaknya harga karet giling melalui pasar lelang kisaran Rp10.100 hingga tertinggi Rp12.089 per kilogram (kg).

Padahal berdasarkan data, harga karet lelang dua pekan lalu masih kisaran Rp11.300 hingga Rp12.550 per kg, atau ada terjadi penurunan antara Rp200 hingga Rp500 per kg dari harga biasa.

Selanjutnya, harga karet slab giling melalui pasar lelang kelompok Mupakat Jaya hingga Senin Rp12.089 per kg, lelang kelompok Tani Sukamenang (Kabupaten Muaraenim) Rp10.600 per kg.

Sedangkan pasar lelang kelompok Almanar dan kelompok Setungguan masing-masing Rp10.100 dan Rp10.200 per kg, dan harga karet slab giling pasar lelang kelompok Desa Seberkas Rp11.200 per kg.

Menurut Benyamin, harga karet giling tipis yang dijual petani melalui pasar lelang Koperasi Unit Desa (KUD) dan lelang di tingkat petani selama sepekan terakhir masih rendah, karena disesuaikan dengan nilai beli di tingkat pabrik.

Ia mengatakan, pihak Dinas Perkebunan Sumsel rutin melakukan pemantauan perkembangan harga karet di pasar lelang tingkat petani, sehingga pergerakan harga salah satu komoditas andalan hasil perkebunan provinsi tersebut setiap saat dapat diketahui.

Sementara, perkembangan harga karet di tingkat petani juga sangat berpengaruh dengan penetapan harga di pasar lelang dan KUD.

Menurut Musnadi, petani Desa Pagar Gunung, Kabupaten Muaraenim ketika dihubungi dari Palembang, Minggu (9/6) menyebutkan harga karet di tingkat petani sekarang ini masih rendah kisaran Rp10.500 per kg.

Kondisi harga karet sekarang ini dikeluhkan warga khususnya petani di desa tersebut, karena karet merupakan satu-satunya penghasilkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, katanya.

Ia berharap, harga karet akan berangsur membaik, sehingga pendapatan petani menjadi bertambah pula.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026