Logo Header Antaranews Sumsel

Warga Lampung padati konser peduli Palestina

Minggu, 19 Mei 2013 22:10 WIB
Image Print
Ilustrasi (FOTO antarasumsel.com/Feny/12)
...Selain Opick penyanyi lainnya Padli (vokalis grup band Padi), rapper Ebieth Beat dan tim nasyid Izzatul Islam turut hadir menyapa warga Lampung...

Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Ribuan warga Lampung memadati Gedung Graha Mandala Alam Bandarlampung, Minggu untuk menghadiri konser kemanusiaan peduli Palestina dengan menghadirkan penyanyi relijius Opick.

Selain Opick penyanyi lainnya Padli (vokalis grup band Padi), rapper Ebieth Beat dan tim nasyid Izzatul Islam turut hadir menyapa warga Lampung dan sekitarnya dalam konser kemanusiaan tersebut.

Dalam konser amal tersebut, pengunjung antusias memberikan sumbangan untuk rakyat Palestina yang tengah diserang militer Israel.

Padly menyerukan bahwa Palestina adalah sahabat bagi Indonesia, hal itu dibuktikan dengan masa kemerdekaan Indonesia dahulu pernah didukung oleh Palestina.

"Indonesia dan Palestina bersahabat untuk saling setia sejak dulu hingga akhir zaman, maka itu dengar persembahan lagu sahabat," kata Fadli.

Sementara itu Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNPR) Lampung Akhmadi Sumaryanto mengatakan Lampung mempunyai target penggalangan dana untuk Palestina sebesar Rp3 miliar.

"Seminggu penggalangan dana melalui keliling daerah-daerah kemudian ke kampus-kampus dan sukarela dari masyarakat Lampung saat ini telah terkumpul sekitar Rp240 juta," kata dia.

Nilai tersebut menurutnya belum termasuk satu unit mobil Grand Livina, cincin berlian tiga buah, telepon genggam dan sejumlah barang berharga lainnya.

"Puncak penggalangan dana di Lampung adalah konser amal ini, tapi jika tidak mencapai target, kami di Lampung akan terus melakukan penggalangan dana," kata Akhmadi.

Dana yang terkumpul dari Lampung, tambahnya, nanti akan diserahkan langsung pada masyarakat Palestina, khusus peruntukannya pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Dia menambahkan, Palestina membutuhkan dana bukan hanya karena agresi militer saja.

"Mereka itu tinggal di wilayah yang terisolasi dan membutuhkan uluran tangan seluruh manusia di dunia," katanya.

Persoalan Palestina, tambahnya adalah persoalan kemanusiaan, yang mana mereka terus bertahan mempertahankan tanah kelahirannya yang tertindas oleh Israel.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026