
Pemkot optimalkan peran Posyandu

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan setempat mengoptimalkan peran posyandu dalam menekan angka kematian ibu dan anak ketika melahirkan di daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan setempat Gema Asiani, ketika dihubungi di Palembang, Selasa mengatakan sebanyak 1.024 unit pos pelayanan terpadu (posyandu) dengan jumlah kader mencapai 8.000 orang menjadi garda terdepan pemkot dalam menekan angka kematian ibu dan bayi ketika melahirkan di daerah itu.
Secara aktif, kader posyandu melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat warga kota, katanya.
Menurut dia, ribuan kader posyandu tersebut rutin setiap bulan melaksanakan kegiatan peningkatan gizi balita, ibu hamil dan lanjut usia.
Sampai kini optimalisasi posyandu tersebut, efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Ia mengatakan, pemberian vitamin, makanan tambahan dan pengecekan kesehatan anak di bawah usia lima tahun (balita) dijadwalkan setiap bulan.
Begitu juga dengan pengecekan kesehatan lanjut usia dilakukan secara rutin pada 1.024 unit posyandu yang tersebar di 16 kecamatan di Kota Palembang.
Dia menjelaskan, kader posyandu juga didorong untuk mendatangi langsung warga guna memberikan penyuluhan kesehatan di kediaman mereka khususnya di kampung padat penduduk.
Hal itu, menjadi salah satu upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta mendorong terciptanya masyarakat sehat.
Gema menambahkan, pelaksanaan program jaminan persalinan (jampersal) juga menjadi salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.
Dengan jampersal, warga tidak perlu lagi takut membayar mahal karena gratis saat melahirkan maupun ketika pemeriksaan kehamilan dan pasca kelahiran
Pewarta: Oleh: Nila Ertina
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
