Logo Header Antaranews Sumsel

Pengurus Bridge minta KONI perhatikan atlet berprestasi

Minggu, 12 Mei 2013 10:20 WIB
Image Print
Komite Olahraga Nasional Indonesia. (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel - Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Sumatera Selatan meminta KONI tetap memperhatikan sejumlah atlet berprestasi yang tidak masuk dalam program andalan menuju PON Jabar tahun 2016.

"Sudah sepatutnya atlet yang berprestasi tidak dikesampingkan begitu saja meski pada PON Riau tidak memberikan medali sebagai persyaratan masuk program atlet elite," kata Sekretaris Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sumsel Nur Holil di Palembang, Minggu.

Ia mengemukakan, jika tidak diberikan pembinaan secara berkesinambungan maka atlet yang sejatinya bakal berprestasi itu akan mengalami stagnasi atau penurunan penampilan.

Padahal, menurutnya, seorang atlet membutuhkan proses untuk mencapai puncak prestasi selevel PON.

"KONI Sumsel memiliki kualifikasi tertentu untuk atlet yang tergabung dalam program andalan, namun bagi atlet yang belum memenuhi persyaratan sebaiknya tidak dilupakan. Setidaknya disiapkan suatu program untuk lapis kedua," katanya.

Ia tak membatah, sementara ini prestasi bridge Sumsel belum sebaik cabang olahraga lain karena bertengger pada urutan ke-5 pada PON Riau lalu.

Meski demikian, sejumlah atlet mampu membanggakan daerah dengan menjadi juara ajang tingkat Asia Tenggara dalam ASEAN Bridge Championship, Desember 2012.

Tiga atlet yang terdiri dari Ardi, Salepi, dan Wendy keluar sebagai juara pertama ajang bergengsi itu.

Sementara, pada kelompok putri berhasil menjadi juara pertama Kejurnas Bridge antarmahasiswa tahun 2012.

"Enam atlet sudah diajukan Gabsi Sumsel untuk masuk pembinaan atlet berprestasi Sumsel, namun hingga kini belum mendapatkan respon," ujarnya.

KONI Sumsel melanjutkan program pembinaan atlet berprestasi yang sempat terhenti setelah perhelatan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau tahun 2012 terhitung 1 Maret 2013.

Sebanyak 90 orang atlet dari 16 cabang olahraga tergabung dalam program itu yang nantinya diharapkan mendokrak prestasi daerah pada PON Jabar mengingat pada saat perhelatan di Riua sebatas urutan ke-14 (10 emas, 14 perak, 29 perunggu) dari 33 provinsi.

"Sementara ini KONI baru menjalankan program atlet elite, dan untuk atlet lapis kedua akan segera direalisasikan. Perencanaan harus dilakukan dengan matang mengingat terkait dengan dana," ujar anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Triyanto.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026