
Sopir bus sulit dapatkan BBM di jalan lintas Sumatera

...Saat ini sepanjang Jalinsum BBM mulai langka, kalau mau beli dengan pedagang pengecer BBM harga perliternya Rp6.000 dan bisa lebih...
Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Kalangan sopir angkutan umum bus antar kota yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, dalam beberapa hari belakangan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar.
"Untuk mendapatkan solar para sopir terpaksa antre berjam-jam di setiap SPBU, jika terlambat mereka bisa tidak kebagian BBM. Saat ini sepanjang Jalinsum BBM mulai langka, kalau mau beli dengan pedagang pengecer BBM harga perliternya Rp6.000 dan bisa lebih," kata petugas loket PO Medan Jaya wilayah Lubuklinggau, Hendri (36), Selasa.
Kesulitan mendapatkan BBM tersebut kata dia, mengakibatkan jadwal kedatangan kendaraan mereka baik dari arah Medan maupun dari arah Jakarta terlambat dua hingga tiga jam setiap harinya.
Sementara itu menurut Juntak (47) salah seorang sopir bus menyebutkan, antrian panjang kendaraan terjadi di setiap SPBU yang ada di Jalinsum baik oleh kendaraan pribadi maupun angkutan barang dan penumpang.
"Kami meminta pemerintah menekan pihak SPBU agar mengutamakan bus dan truk barang sembako, karena sekarang di SPBU yang menjual BBM subsidi dipenuhi kendaraan pengangkut batubara maupun kendaraan perkebunan sawit. Kalau kami terlambat mengantri maka bus bisa mogok dijalan, jadi kalau ketemu SPBU langsung antri walau harus terlambat beberapa jam," katanya.
Pantauan di sepanjang Jalinsum wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau, Sumsel, menunjukkan adanya peningkatan antrian kendaraan baik roda dua maupun empat. Para pengantri ini berebut mendapatkan BBM murah seharga Rp4.500 per liter, ditengah-tengah adanya rencana penaikan harga jual BBM bersubsidi oleh pemerintah belakangan ini.
Pewarta: Oleh: Nur Muhamad
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
