Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG: Sumsel berawan dan berpotensi hujan ringan

Jumat, 12 April 2013 15:18 WIB
Image Print
Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) (Antarasumsel.com)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kondisi cuaca di sejumlah kota wilayah Provinsi Sumatera Selatan diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berawan hingga berpotensi terjadi hujan ringan.

"Berdasarkan pengamatan melalui satelit, kondisi cuaca di Sumsel pada empat kota berawan dan 11 kota lainnya berpotensi hujan ringan," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama di Palembang, Jumat.

Menurut dia, empat kota dari 15 kabupaten/kota di Sumsel yang kondisi cuaca berawan yakni Kota Lubuklinggau, Musi Rawas, Martapura, dan Muaradua.

Sedangkan 11 kota lainnya yang diprakirakan berpotensi hujan ringan, yakni Palembang, Indralaya, Prabumulih, Kayu Agung, Sekayu, Pangkalanbalai, Baturaja, Muara Enim, Lahat, Tebingtinggi, dan Pagaralam.

Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 23-32 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 62-97 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin menuju barat daya.

Kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu udara berkisar 23-33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 59-97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin menuju barat daya.

Meskipun kondisi cuaca di provinsi berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa ini mulai berawan dan hujan ringan, intensitas curah hujan secara keseluruhan pada April 2013 masih cukup tinggi berkisar 200 hingga 300 milimeter.

Kondisi masih tinggi curah hujan disertai angin yang cukup kencang dalam bulan ini, sehingga masyarakat daerah ini diimbau tetap mewaspadai ancaman bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Beberapa waktu lalu bencana terjadi pada beberapa daerah di Sumsel, seperti di Kabupaten OKU Selatan terjadi longsor dan Musi Rawas terjadi angin puting beliung mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia, kata Indra.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026