Logo Header Antaranews Sumsel

Harga bawang merah di Palembang masih tinggi

Jumat, 5 April 2013 15:23 WIB
Image Print
Ilustrasi- Pedagang bawang merah (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bawang merah di tingkat pedagang pengumpul atau agen di pasar tradisional 16 Ilir Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat masih tinggi yakni di kisaran Rp48 ribu per kilogram.

Menurut Yanhar, pedagang pengumpul di pasar tradisional 16 Ilir Palembang, tingginya harga tersebut, karena stok bawang merah di pasaran masih terbatas disertai nilai tebus dari agen tinggi.

Harga bawang merah di pasaran pertengahan pekan lalu sempat mengalami penurunan hingga Rp45 ribu per kg, namun beberapa hari kemudian naik lagi karena pasokan salah satu komoditas hasil pertanian itu kembali tersendat dan jumlah stok yang terbatas.

Sementara di tingkat pedagang pengecer harga bawang merah bervariasi kisaran Rp52 ribu hingga Rp54 ribu per kg.

"Memang pasokan bawang merah maupun bawang putih dalam sepekan terakhir berkurang yang disertai nilai tebus dari agen tinggi," kata Iful, pedagang pengecer di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu.

Menurut dia, tingginya nilai tebus bawang merah dari agen, tentunya menjual kembali ke pelanggan atau warga disesuaikan pula.

Pantauan Antara baik di tingkat agen memang stok bawang merah terbatas, tidak terlihat tumpukan karung komoditas tersebut, padahal ketika harga normal kisaran Rp12 ribu per kg biasanya stok barang tersedia cukup banyak.

Demikian pula di tingkat pedagang pengecer, masing-masing menyediakan stok terbatas.

Contohnya, Ifin, biasanya menyediakan stok bawang merah mencapai satu kuintal per hari, sekarang ini paling banyak 25 kg saja.

Menurut Ifin, sejak harga bawang merah dan bawang putih tinggi selalu terdengar keluhan dari calon pembeli, bahkan tidak sedikit pelanggan yang tidak jadi membeli karena harga masih tinggi.

Menanggapi tingginya harga bawang merah tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Baehdi Ruswana secara terpisah mengatakan bahwa berkurangnya stok komoditas salah satu hasil pertanian itu antara lain disebabkan musim penghujan dan banjir terjadi di sejumlah daerah penghasil.

Sudah menjadi hukum pasar, bila stok barang berkurang sementara permintaan konsumen meningkat dengan sendirinya harga jual akan tinggi, demikian dialami komoditas bawang merah, katanya.

ingginya harga bawang merah selama sebulan terakhir, dengan sendirinya sangat berpengaruh terhadap nilai inflasi Kota Palembang bulan Maret 2013 sebesar 0,85 persen.

Kenaikan harga bawang merah bulan Maret 2013 sebesar 85,38 persen memberikan andil inflasi (0,55 persen), katanya.

Ia menjelaskan, selama Maret 2013 inflasi Kota Palembang sangat dipengaruhi kenaikan harga lima komoditas selain bawang merah, adalah bawang putih 26,62 persen menyumbang inflasi (0,18 persen), bahan bakar rumah tangga 2,59 persen ada konstibusi inflasi (0,08 persen), sarden atau ikan kemasan kaleng 4,62 persen (0,03 persen) dan kenaikan harga ikan kembung sebesar 10,47 persen menyumbang inflasi 0,03 persen.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026