
Lampung alami kelangkaan solar

...Sejumlah SPBU di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Tengah, Pringsewu, Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang Sabtu dan Minggu kehabisan stok solar...
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Provinsi Lampung mulai teratasi pada beberapa SPBU di Kota Bandarlampung meski belum secara merata dan masih terjadi antrean kendaraan.
Hasil pemantauan pada sejumlah SPBU di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Tengah, Pringsewu, Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang Sabtu dan Minggu menunjukkan bahwa sejumlah SPBU kehabisan solar, sedangkan premium (bensin) tetap tersedia relatif cukup.
Kondisi itu sangat menyulitkan para pengguna kendaraan dengan mesin diesel berbahan bakar solar, serta kendaraan niaga, khususnya truk muatan barang, dan pejalanan jarak jauh (antar-pulau).
Pengemudi truk angkutan sagu (tepung tapioka) asal Tulangbawang, Lampung tujuan Jakarta dan Jawa Barat, Yanto (35), mengatakan bahwa pihaknya kesulitan mendapatkan BBM solar justru saat memasuki wilayah Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Waktu masih di Tulangbawang kemarin masih tersedia cukup. Begitu
sampai Bandarlampung, malah langka," kata awak kendaraan truk Fuso tersebut.
Dia juga sempat membeli solar di sebuah SPBU namun dibatasi hanya maksimal Rp300.000/kendaraan truk, atau mendapatkan jatah solar sekitar 65 liter.
Beberpa SPBU di kawasan Lampung Selatan terdapat antrean panjang puluhan truk penuh muatan barang tujuan Pulau Jawa meski SPBU tersebut belum melayani penjualan solar akibat kiriman dari agen belum datang.
Yanto mengharapkan agar kelangkaan solar itu segera teratasi karena jika tidak, sangat mengghambat kelancaran transportasi barang.
Antrean kendaraan truk dan minibus yang akan membeli solar sepanjang Sabtu dan Minggu tampak di SPBU di Jalan Patimura Telukbetung, Kota Bandarlampung, serta pada sejumlah SPBU di Jln. Yos Sudarso dan Jln. Lintas Sumatera di perbatasan antara wilayah Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan, seperti di kawasan Panjang, Pasir Putih, dan Tarahan.
Pada Minggu siang, misalnya, SPBU 21.351.05 di dekat Pasar Kangkung, Telukbetung, Kota Bandarlampung belum menyediakan solar.
"Solar belum ada Pak, kirimah belum datang," kata seorang petugas SPBU itu.
Sementara itu, di SPBU di Taman Siswa di Jln. Patimura, juga masih di kawasan Telukbetung, meski solar tersedia, terjadi antrean puluhan truk dan mobil minibus yang akan membeli solar.
Kelangkaan BBM solar itu membuat banyak kendaraan minibus, terutama luar kota, seperti pelat nomor kendaraan BG (Palembang), pelat B (Jakarta), serta A (Serang) yang akan kembali ke Pulau Jawa setelah liburan panjang akhir pekan (Paskah) di Lampung menjadi terhambat.
Hal serupa juga dialami oleh Hasan (40), warga Lampung Tengah yang sedang melayani carteran keperluan keluarga di Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang Sabtu dan Minggu mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar di SPBU karena mobilnya bermesin diesel. Akibatnya, dia harus membeli solar secara eceran/ketengan di pinggir-pinggir jalan.
"Solar di SPBU habis semua akibatnya harus mampir-mampir beli sola eceran, itu pun sulit dan harganya lebih mahal," kata Hasan menambahkan.
Pewarta: Oleh M.Tohamaksun
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
