Logo Header Antaranews Sumsel

Sumut rawan bencana alam

Rabu, 20 Maret 2013 00:19 WIB
Image Print
Ilustrasi - Anggota tagana latihan penanggulangan bencana alam (FOTO ANTARA)

Medan (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Utara secara geografis dan kondisi iklim merupakan daerah rawan bencana alam, baik bencana geologi dan hidrometereologi maupun bencana non alam lainnya.

"Ancaman bencana tersebut harus diantisipasi dengan berbagai aksi pengurangan risiko bencana," kata Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya pada Pembukaan Workshop Penanggulangan Bencana Berbasis Lembaga Usaha dan Penguatan Fasilitasi Pembentukan Pengurangan Risiko Bencana di Medan, Selasa.

Menurut Gubernur, saat ini telah terjadi perubahan cuaca ekstrem dan kondisi alam yang berpotensi besar terhadap bencana geologi seperti gempa, letusan gunung api dan tanah longsor pada daerah yang memiliki kondisi topografi curam.

Selain itu, katanya, ada bencana alam lainnya yang semakin sering muncul akibat aktivitas manusia dalam pemanfaatan dan pembukaan lahan baru dengan melakukan penggundulan vegetasi hutan yang memicu terjadinya longsor dan banjir bandang serta membuka lahan hutan dengan cara membakar.

"Potensi ancaman dan kerentanan bencana yang tinggi di Daerah Sumut tersebut berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan kelangsungan aktivitas ekonomi serta pembangunan, maka selayaknya dilakukan upaya pengurangan risiko bencana," ujarnya.

Untuk itu, menurut Gatot, pentingnya upaya peningkatan ketahanan masyarakat dan lembaga usaha dan elemen bangsa, serta perspektif pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Gubernur mengatakan, Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana alam mengamanatkan bahwa penyelenggaraan
penanggulangan bencana adalah menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat serta lembaga usaha.

"Kepada lembaga usaha agar memasukkan program penanggulangan bencana sebagai prioritas dan memberikan dukungan keahlian manajerial serta mensosialisasikan penanggulangan risiko bencana/manajemen kepada masyarakat sekitar perusahaan," kata Gatot.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Muhtaruddin mengatakan dalam menghadapi kejadian bencana lembaga usaha memiliki peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

"Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan ketahanan lembaga usaha dalam menghadapi bencana dengan mengupayakan semaksimal mungkin peningkatan kemampuan dan keterlibatannya dalam penanggulangan bencana," kata Muhtaruddin.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, elemen pengusaha para pejabat/pegawai di Lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara serta undangan lainnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026