Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel fokuskan pembinaan pebiliar muda

Senin, 4 Maret 2013 20:01 WIB
Image Print
Atlet biliar Sumatera Selatan Hekta Ahmad (abu-abu garis) melakukan latihan persiapan PON Riau, September 2012 (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan memfokuskan pembinaan pebiliar muda mengantikan sejumlah atlet senior yang memasuki usia pensiun, menyusul hasil mengembirakan Rico (24) pada Kapolda Bengkulu Cup 2013 dengan meraih medali perunggu.

"Selama ini yang sudah dikenal berprestasi yakni Hekta Ahmad dan Herowanto. Suatu kebahagiaan bagi Sumsel, akhirnya muncul juara baru meski belum bisa dikatakan sejajar dengan pendahulunya," kata Ketua Umum Pengurus
Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel Agus Suheri Arsyad di Palembang, Senin.

Ia menuturkan, regenerasi atlet menjadi target pengurus daerah untuk mempertahankan hasil positif pada PON XVIII di Riau, tahun 2012, dengan meraih dua medali emas.

Harapan pun akhirnya tertuju pada Rico mengingat tergolong berbakat. Meski baru bergabung pada 2009 tapi mampu bersaing dengan atlet-atlet nasional, hingga level Asia, dan pada 2010 masuk peringkat tiga nasional.

Pada pertandingan perempat final kejuaraan internasional Kapolda Cup itu, Rico mengalahkan peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, Riau 2012, sekaligus penyandang medali perak SEA Games XXVI
Indonesia 2011, Muhammad Zulkifli, dengan skor 9-6.

Akan tetapi, langkahnya terhenti oleh Winoto (DKI Jakarta) pada semifinal dengan skor 11-6. Meski gagal ke final tapi tetap meraih uang pembinaan Rp15 juta.

"Untuk pebeliar yang belum pernah berlaga pada PON, hasil itu terbilang luar biasa. Ke depan akan ditekankan kepada pelatih untuk melakukan pembinaan secara intensif," katanya.

Sementara, pelatih biliar Sumsel Hussein Adhan mengapresisasi keberhasilan Rico dan memprediksi bakal melampau prestasi para senior.

"Mungkin yang bisa menjadi atlet itu banyak, tapi yang berbakat untuk olahraga biliar sangat sedikit sekali," katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026