Logo Header Antaranews Sumsel

Minat pendonor darah di Palembang tinggi

Senin, 4 Maret 2013 18:11 WIB
Image Print
Para pendonor darah di unit donor darah PMI Cabang Palembang, Rabu (9/5). PMI Kota Palembang mampu memproduksi darah 100 hingga 150 kantong per hari (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Peminat donor darah di Palembang, Sumatera Selatan, sampai saat ini tinggi, sehingga stok darah yang tersedia rata-rata tiap hari mencukupi, kata Devi, petugas di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia setempat, Senin.

Pantauan Antara di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) Palembang, di ruangan donor terdapat tujuh tempat tidur para pendonor pesertanya silih berganti, tidak pernah kosong sejak pagi hingga siang hari.

Menurut Devi, salah satu petugas UDD-PMI itu bahwa hari ini jumlah pendonor lumayan banyak, bahkan pihaknya kewalahan melayani peserta.

"Sekarang ini saja tujuh tempat tidur penuh oleh peserta donor, sedangkan di luar sudah antri menunggu giliran menyumbangkan darah," katanya.

Bahkan beberapa petugas ada sudah mengeluh, karena belum sempat makan siang melayani calon pendonor.
Para pendonor tersebut, selain pendonor sukarela, juga pendonor pengganti yang sebagian besar dari keluarga pasien membutuhkan darah untuk operasi.

Sementara, Direktur UDD PMI setempat dr Anton Suwindro, sebelumnya mengatakan bahwa stok darah tersedia di unit donor darah Palang Merah Indonesia Kota Palembang dalam sebulan terakhir rata-rata mencukupi.

Menurut dia, kebutuhan darah mencapai 75 sampai 100 kantong per hari, sedang stok tersedia di UDD-PMI setempat jumlahnya tersedia biasanya melebihi dari kebutuhan.

Persediaan darah PMI sangat tergantung kepada pendonor, tetap yang secara rutin mendonor.

Karena itu, pihaknya juga secara rutin melakukan kegiatan donor darah masal bekerja sama dengan organisasi, perusahaan maupun lembaga sosial lainnya.

Dia menjelaskan, ketika kebutuhan darah mendesak, bukan hanya pendonor tetap dan keluarga yang dihubungi, petugas pun diminta mendonorkan darahnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026