
PT PNM Palembang pacu ekspansi

Palembang (ANTARA Sumsel) - Lembaga keuangan nonbank milik negara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, akan memacu ekspansi bisnis mikro atau pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil, khususnya sektor perkebunan dan perdagangan di Sumatera Selatan.
"Sektor bisnis mikro tersebut memiliki prospek yang paling menjanjikan," kata Pemimpin PNM Cabang Palembang Ahmad Nur Muharam di Palembang, Sabtu.
Dikemukakannya, sektor bisnis mikro tersebut akan dilakukan perusahaan dengan memperluas jaringan kantor layanan.
Pada tahun ini PNM Palembang menambah dua kantor klaster dan delapan kantor unit baru ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), sehingga pada 2013 perusahaan itu memiliki total tiga kantor klaster dan 15 unit ULaMM.
Ke delapan unit baru tersebut adalah ULaMM Pangkalan Balai, Babatoman, Bayung Lencir, Lahat, Pagar Alam, Musi Rawas, Martapura dan ULaMM Batumarta.
"Unit-unit baru ini sudah mulai beroperasi sejak 16 Januari 2013, sehingga dengan bertambahnya unit baru PNM akan bisa menjangkau layanan yang lebih luas ke masyarakat, khususnya para pelaku UMK," katanya.
Selain itu, menurutnya, ekspansi jaringan menunjukkan optimisme PNM terhadap prospek bisnis UMK yang cerah di Sumatera Selatan.
Ini disebabkan daerah Sumsel memiliki kaya potensi sumber daya alam, khususnya sektor perkebunan antara lain komoditas karet dan kelapa sawit.
"Karena itu, ke depan kita masih akan dominan pada pembiayaan bisnis mikro di sektor perkebunan sawit dan karet, selain sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa," ujarnya.
Sementara, berdasarkan data Disperindag Sumatera Selatan, pertumbuhan industri kecil di Sumsel terus meningkat dengan didominasi agro industri yang mencapai 70 persen. Pada tahun lalu, tercatat pelaku UMKM di Sumatera Selatan, mencapai dua juta lebih yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Corporate Secretary PNM Anton Mart Irianto mengatakan, penambahan kantor unit baru di Cabang Palembang ini merupakan bagian dari rencana perluasan jaringan kantor layanan PNM sebanyak 100 ULaMM dan 20 kantor klaster di seluruh Indonesia sepanjang 2013.
Hingga akhir tahun lalu, PNM memiliki total 580 Kantor Layanan yang terdiri atas 477 Unit ULaMM, 22 Kantor Cabang, 5 Cabang Pembantu, dan 76 Klaster dengan sebaran jangkauan di 2.247 Kecamatan di 26 Provinsi seluruh Indonesia.
Adapun total pembiayaan secara akumulasi sejak 2008 mencapai sekitar Rp7,1 triliun yang disalurkan kepada sekitar 122 ribu nasabah UMK.
Dengan rencana ekspansi jaringan unit tersebut, PNM menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan sekitar Rp3,3 triliun tahun ini.
Hal ini berarti diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 15 persen dibanding tahun lalu sekitar Rp2,3 triliun sampai Rp2,4 triliun.
Adapun, untuk PNM Cabang Palembang tercatat pembiayaan secara akumulatif hingga akhir 2012 sebesar Rp37,06 miliar dengan jumlah sebanyak 1.200 nasabah. Penyaluran pembiayaan ini juga disertai kualitas yang baik dengan tercermin tingkat kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,02 persen per akhir 2012.
Menurut Anton, pertumbuhan kinerja ini menunjukkan potensi dan ceruk pasar UMK masih sangat besar. Sebagai BUMN yang khusus bagi UMKM, PNM menyasar pasar mikro antara rentenir dan perbankan.
Dengan demikian, bunga kredit untuk nasabah pun lebih besar dari bank tetapi jauh lebih kecil dibanding rentenir.
"PNM hadir untuk menjembatani para pelaku UMK yang belum bankable untuk selanjutnya kita berikan pembiayaan dan pelatihan sehingga mereka menjadi bankable," katanya.
Bahkan, dalam bisnisnya PNM tidak hanya memberikan jasa pembiayaan atau permodalan, tetapi juga jasa manajemen (capacity building).
PNM memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada nasabah UMK sehingga bisa menopang kualitas pembiayaan, katanya. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
