
Alex Noerdin minta mahasiswa bersuara

....Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang membiarkan truk batu bara melewati jalan umum. Jadi toleransi yang diberikan sudah cukup karena hampir tiga tahun terakhir rakyat terganggu akibat kemacetan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta mahasiswa Universitas Sriwijaya bersuara menyusul aksi unjuk rasa sopir truk batu bara dengan memarkir puluhan kendaraan di halaman kantor pemerintah provinsi dan sekitarnya sejak Selasa (15/1).
"Saya meminta mahasiswa bersuara dan jangan diam saja, karena aturan pelarangan truk batu bara melintas di jalan umum itu salah satunya karena mengakomodasi keinginan mahasiswa," kata Alex seusai acara penyerahan bendera Pekan Olahraga Mahasiswa Asean 2014 di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan, sebelum pelarangan itu diberlakukan per 1 Januari 2013 sempat mendapat prilaku ekstrim dari mahasiswa berupa penolakan saat melakukan kunjungan ke Unsri beberapa waktu lalu.
Selain itu, dalam beberapa kesempatan, mahasiswa Unsri juga menyampaikan aspirasinya melalui aksi demontrasi yang ditujukan kepadanya.
Para mahasiswa itu bersikeras meminta pemerintah provinsi segera merealisasikan peraturan daerah mengenai pelarangan truk pengangkut batu bara melintasi jalan umum.
Keinginan itu dilatari karena telah jenuh menghadapi kemacetan di kawasan Palembang-Inderalaya akibat puluhan truk batu bara yang melintas.
"Saya sampai difitnah memiliki proyek batu bara sehingga tidak berani mengambil langkah tegas. Padahal tidak demikian. Dan kini saat kantor gubernur dikepung dan jalan macet yang mengganggu kenyamanan berlalulintas sudah sepatutnya mahasiswa turut bersuara," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelarangan tidak dilakukan secara langsung karena telah melalui proses sosialisasi.
Sejak tahun 2011 telah diinformasikan kepada para pengusaha batu bara untuk membuat jalan khusus sendiri.
Ia pun telah meresmikan jalan khusus batu bara yang dibuat PT Servo Lintas Raya pada akhir November 2012 sebelum akhirnya Perda dikeluarkan per 1 Januari 2013.
"Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang membiarkan truk batu bara melewati jalan umum. Jadi toleransi yang diberikan sudah cukup karena hampir tiga tahun terakhir rakyat terganggu akibat kemacetan," katanya.
Meski demikian, mantan Bupati Musi Banyuasin ini memahami kegelisaan para sopir truk batu bara.
"Inilah saatnya asosiasi pengusaha batu bara bertindak karena selama ini sudah mendapatkan banyak untung. Harus dipahami bahwa keadaan ini hanya berlangsung tiga bulan, karena setelahnya jalan PT Servo yang banjir sudah
bisa dilalui setelah cuaca membaik," ujarnya.
Hingga Rabu (16/1) sore, puluhan truk batu bara masih terparkir di halaman kantor pemerintah provinsi hingga pinggiran jalan raya.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkutan batu bara itu juga menutup satu jalur Jalan Kapten A Rivai sehingga mengganggu akses di area itu. (Dolly)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
