
KAI Sumsel raih pendapatan Rp2 triliun

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan berhasil meraih pendapatan total Rp2 triliun pada 2012, meningkat 15 persen dibanding 2011.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre III) Sumsel Jaka Jarkasih di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa melihat dari peningkatan jumlah pendapatan itu, pihak perusahaan menargetkan pendapatan menjadi Rp2,9 triliun pada 2013, atau meningkat 42 persen dibanding 2012.
Ia menjelaskan, dari total jumlah pendapatan selama 2012 itu, kontribusi melalui angkutan barang 95 persen yang meliputi batu bara dan bahan bakar minyak (BBM).
Selebihnya yang lima persen diperoleh melalui angkutan penumpang menggunakan jasa kereta api (KA) Limek Sriwijaya, Ekspres Rajabasa, Sindang Marga dan KA Serelo dari Stasiun Besar Kertapati (Palembang) tujuan Tanjung Karang (Lampung) dan ke Lubuk Linggau (Sumsel), serta termasuk optimalisasi asset perusahaan.
Ia mengemukakan, faktor pendukung pendapatan perusahaan tahun 2012 antara lain adanya investasi sarana dan prasarana yang telah diprogramkan oleh Direksi PT KAI, seperti penambahan sarana lokomotif CC.204 sebanyak 11 unit, lokomoiti CC 205 sejumlah enam unit.
Di samping itu, kata dia, penambahan sarana gerbong barang kapasitas 50 ton sebanyak 1.200 unit.
Penambahan prasarana antara lain pembangunan stasiun baru dan pembangunan jalur kereta api ganda sepanjang 100 kilometer mulai dari Stasiun Tanjung Rambang sampai Stasiun Tanjung Enim Baru dengan rincian 20 km sudah dapat digunakan antara Stasiun Prabumulih hingga Stasiun Niru dan 80 km lagi masih dalam proses pembangunan yang ditargetkan rampung secara keseluruhan akhir 2013, katanya.
Ia berharap, dengan adanya penambahan sarana dan prasarana itu, pada awal 2014 angkutan batu bara PTBA bisa mencapai 25 juta ton per tahun.
PT KAI juga akan lebih fokus pada pengembangan angkutan barang dengan perkiraan volume yang diangkut menggunakan jasa kereta api tahun 2012-2016 rata-rata 36 persen per tahun.
Menurut Jaka, potensi angkutan barang di Sumsel sangat tinggi misalnya pengembangan angkutan batu bara melalui sejumlah perusahaan swasta.
Angkutan batu bara PTBA untuk relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan (Lampung) rata-rata 31 ribu ton per hari, dan angkutan dari Tanjung Enim- Kertapati (Palembang) rata-rata 60 ribu ton per hari.
"Sumatera Selatan akan terus menambah investasi armada lokomotif CC 205 sebanyak 44 unit lagi dengan jadual kedatangan Maret tercatat 20 unit, April ada 10 unit dan Mei mencapai 14 unit," katanya.
Di samping itu, kata dia, pada semester II tahun 2013 juga akan didatangkan sebanyak 19 unit lokomotif CC 206.
Ia menambahkan, pada 2013 sarana pendukung angkutan batu bara Sumsel untuk gerbong KKBS kapasitas 50 ton sebanyak 2.243 unit, lokomotif CC 202 ada 47 unit, CC 204 tercatat 11 unit, CC 205 sejumlah 50 unit dan CC 206 dimiliki 19 unit.
(ANT)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
