Logo Header Antaranews Sumsel

Banyak pihak puas RSBI dibubarkan

Rabu, 9 Januari 2013 11:47 WIB
Image Print
Ilustrasi - siswa smu rsbi (FOTO ANTARA)

Bandung (ANTARA Sumsel) - Banyak pihak merasa puas, termasuk Koalisi Anti-Komersial Pendidikan unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Rabu, sebagai ungkapan syukur atas keputusan Mahkamah Konstitusi yang membubarkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

"Kami bersyukur atas putusan MK tersebut karena selama ini keberadaan RSBI sudah membuat kesenjangan yang ekstrim dengan sekolah biasa," kata Koordinator Aksi Koalisi Anti-Komersial Pendidikan Iwan Hermawan.

Dalam aksinya tersebut, pihaknya juga menduga bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk RSBI nyaris tidak ada yang diperiksa.

"Dan bahkan indikasi praktik korupsi sangat terbuka, terlebih RSBI kerap melakukan studi banding hingga ke luar negeri," katanya.

Oleh karena itu, Koalisi Anti Komersial Pendidikan meminta pihak berwajib untuk mengusut secara tuntas indikasi-indikasi tersebut dan membatalkan APBD untuk RSBI.

Pihaknya juga berharap, RSBI dikembalikan ke sekolah bertaraf nasional karena pemberlakuan RSBI telah melanggar Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009.

"Yang mana RSBI memberlakukan proses belajar mengajar menggunakan Bahasa Inggris. Hal itu telah melanggar sumpah pemuda yang menjunjung bahasa Indonesia. Jadi kalaupun ada bahasa inggris itu hanya untuk pembelajaran," kata Iwan.

Walaupun pembubaran RSBI telah dikabulkan MK, lanjut Iwan, namun pihaknya mengaku khawatir dengan Kemendikbud yang tidak konsisten melaksanakan putusan MK tersebut.

"Kekhawatiran itu misalnya RSBI hanya digantikan nama saja dengan fungsi yang sama dan kami siap menggugat tindakan melanggar hukum," katanya.(ANT)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026