
Nilai impor Sumsel 429,95 juta dolar

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Sumatera Selatan periode Januari-Oktober 2012 mencapai 429,95 juta dolar AS atau turun 17,42 juta dolar dibanding periode bulan yang sama pada 2011.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana, di Palembang, Kamis, menjelaskan dari nilai impor tersebut negara asal terbesar adalah China dengan nilai 120,62 juta dolar, diikuti Amerika Serikat 62,07 juta dolar, dan Rumania senilai 36,50 juta dolar AS.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan bulan Januari-Oktober 2012, tercatat 12 negara asal barang impor Sumsel memberikan peran sebesar 83,17 persen dari total impor, dan sisanya 16,83 persen dari negara lainnya.
Sedangkan menurut pengelompokan wilayah, impor Sumsel sebesar 66,33 juta dolar (15,43%) berasal dari negara Uni Eropa dan 85,69 juta dolar (19,93%) dari negara-negara ASEAN.
Impor Sumsel dari negara ASEAN periode Januari-Oktober 2012 yang terbesar dari Malaysia mencapai 32,670 juta dolar, diikuti Singapura tercatat 30,888 juta dolar dan Vietnam 16,973 juta dolar.
Selanjutnya impor Sumsel dari negara lainnya yang terbesar China senilai 120,619 juta dolar, disusul Amerika Serikat 62,073 juta dolar, Rumania 36,500 juta dolar, Jordania 19,645 juta dolar, Inggris 10,989 juta dolar, India 10,019 juta dolar, Jerman 6,319 juta dolar, Jepang 5,592 juta dolar dan Australia 5,304 juta dolar.
Impor Sumsel itu, kata dia, sebagian besar dibongkar melalui pelabuhan laut Boom Baru dan sisanya lewat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Selain impor, Sumsel juga melakukan ekspor periode Januari-Oktober 2012 dengan total nilai 3,719 miliar dolar AS, atau mengalami penurunan dibandingkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai 4,362 miliar dolar.
Ia mengatakan, dari total nilai ekspor Sumsel itu terdiri atas minyak dan gas 549,196 juta dolar dan selebihnya nonmigas 3,170 miliar dolar AS.
Apabila dilihat dari total nilai ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Oktober 2012 sebesar 3,170 miliar dolar itu, terjadi penurunan dibandingkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai 3,962 miliar dolar As.
Ia menambahkan, penurunan tersebut disebabkan antara lain beberapa komoditas nilai ekspornya jauh berkurang seperti karet dari 3,412 miliar dolar (Januari-Oktober 2011) menjadi hanya 2,541 miliar dolar AS (Januari-Oktober 2012). (ANT-M033)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
