Logo Header Antaranews Sumsel

Polda Sumsel data daerah rawan konflik

Selasa, 18 Desember 2012 09:19 WIB
Image Print
Pisah sambut kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Iskandar Hasan (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Polda Sumatera Selatan melakukan pendataan daerah yang rawan konflik, untuk mengantisipasi adanya permasalahan tidak dinginkan menjadi berkembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan di Palembang, Selasa mengatakan, pihaknya terus mengantisipasi permasalahan yang timbul dalam masyarakat dengan melakukan pendataan terutama daerah rawan konflik.

Menurut dia, umumnya permasalahan konflik terjadi akibat sengketa tanah, batas wilayah dan Sumber Daya Alam.

Kesemuanya itu terus didata dan diantisipasi sehingga bila ada permasalahan yang akan timbul dapat diatasi, ujar dia.

Memang, kata dia, permasalahan konflik bila tidak diantisipasi sejak dini bisa menimbulkan permsalahan baru yang kemungkinan dapat mengganggu kondisi keamanan.

Oleh karena itu perlu diantisipasi sejak dini sehingga Sumsel tetap aman dan nyaman, ujar dia.

Lebih anjut dia mengatakan, untuk mengantisipasi permasalahan konflik itu tidak terlepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah daerah.

Sehubungan itu pihaknya terus melakukan pendekatan dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, sehingga permasalahan dapat diatasi.

Berdasarkan data pada 2012 telah terjadi 48 kasus konflik yang penyebabnya antara lain masalah Sumber Daya Alam sebanyak 28 kasus, batas wilayah 12 kasus serta selebihnya politik sosial ekonomi dan budaya.(T.U005)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026