Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet turun tipis

Minggu, 9 Desember 2012 08:39 WIB
Image Print
Petani karet melakukan transaksi (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet petani kualitas 80 persen di tingkat pabrik Sumatera Selatan, Sabtu (8/12)tercatat Rp21.559 per kilogram, atau turun tipis dibanding sebelumnya Rp21.647 per Kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Awie Aman di Palembang, Minggu mengatakan, harga karet petani kualitas 80 persen yang dibeli pihak pabrik selama sepekan terakhir ( 1-8 Desember 2012) selalu berfluktuasi.

Namun demikian, kata dia, harga karet petani tersebut selama sepekan terakhir itu rata-rata masih di atas Rp21.000 per Kg.

Pada 3 Desember tercatat Rp21.544 per Kg, namun sehari kemudian turun tipis menjadi Rp21.514 per Kg, dan turun lagi hingga Rp21.359, selanjutnya menjadi Rp21.647 dan terakhir hingga Sabtu Rp21.559 per kg.

Ia menjelaskan, karet petani yang dibeli pihak pabrik itu ada beberapa macam selain kualitas 80 persen juga kualitas 70 persen dan kualitas 90 persen.

Karet kualitas 90 persen per 3 Desember tercatat Rp24.237 per kg, kemudian sehari berikutnya berubah menjadi Rp24.204, selanjutnya turun lagi Rp24.074 dan hingga Sabtu Rp24.254 per Kg.

Menurut Awie, harga bahan olah karet atau bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik sejak awal November 2012 hingga Sabtu juga selalu terjadi perubahan disesuaikan dengan pasaran di luar negeri.

Harga karet Sumsel setiap hari perkembangannya didata baik melalui pabrik maupun lelang KUD.

Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik setempat menyebutkan bahwa karet merupakan komoditas penyumbang devisa terbesar ekspor nonmigas Sumsel sejak beberapa tahun terakhir.

Ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-September 2012 tercatat menghasilkan devisa 2,906 miliar dolar Amerika Serikat atau turun dibandingkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai 3,539 miliar dolar AS.

Dari total ekspor nonmigas Sumsel itu yang terbesar menyumbang devisa adalah karet mencapai 2,342 miliar dolar AS, namun turun dibandingkan periode bulan sama tahun 2011 mencapai 3,058 miliar dolar AS. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026