
Kejar target pegawai pajak kerja hari sabtu

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pegawai Direktorat Jenderal Pajak akan bekerja pada hari Sabtu untuk mengejar target penerimaan menjelang penutupan tahun anggaran pada 31 Desember 2012.
"Informasi secara lisan sudah diterima, tinggal menunggu surat resminya saja untuk direalisasikan pekan ini," kata Kepala Bidang Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Risty Edawati, di Palembang, Rabu.
Risty mengatakan, para pekerja Ditjen Pajak diminta bekerja ekstra mengingat realisasi penerimaan secara nasional sementara baru mencapai Rp700 triliun dari target Rp800 triliun.
Sementara untuk Kanwil DJP Sumsel dan Bangka Belitung sendiri, per November telah menembus 80 persen dari target Rp9 triliun.
"Jelas ini pekerjaan berat tapi optimistis tercapai, mengingat tiga potensi penerimaan menjelang akhir tahun yang akan dikejar, seperti Pajak Bumi Dan Bangunan, wajib pajak Minyak dan Gas, serta bendahara pemerintah daerah," katanya.
Ia menilai, dengan mengoptimalkan tiga pekan ke depan, maka diperkirakan mencapai penerimaan sebesar 20 persen dari target, meski potensi tersedia terdapat 30 persen.
"Fokus Ditjen Pajak capai target dahulu, terutama mengejar sektor belanja pemerintah karena pada umumnya penyelesaian proyek akan dikebut pada akhir tahun," ujarnya.
Terkait dengan penurunan harga komoditas, ia tidak menampik memberikan dampak dalam penerimaan pajak secara nasional untuk sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sekitar 20 persen.
Sumsel dan Bangka Belitung sebagai provinsi yang mengandalkan komoditas (karet, sawit, timah, dan batu bara) juga tidak luput dari pengaruh itu.
"Pengaruh cukup terasa dan sebagai gambaran hingga akhir November baru mencapai 80 persen, padahal tahun 2011 pada Oktober sudah melebihi target," katanya.
Target penerimaan pajak Sumsel meningkat pada 2012 dari Rp7 triliun menjadi Rp9 triliun, setelah 2011 merealisasikan Pajak Petambahan Nilai melebihi proyeksi hingga 111,39 persen atau Rp2,541 triliun. (Dolly)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
