Logo Header Antaranews Sumsel

WHO: Usia muda masih rentan Aids

Rabu, 28 November 2012 22:02 WIB
Image Print
Ilustrasi HIV/AIDS (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa meski jumlah penderita HIV/AIDS telah mengalami penurunan dibandingkan 10 tahun yang lalu namun golongan usia muda masih termasuk sebagai golongan rentan terinfeksi HIV.

"Penurunan jumlah penderita di Asia Tenggara telah meningkatkan optimisme dalam melawan penyakit ini, tapi kepuasan diri bisa jadi musuh utama kita dalam melawan AIDS," kata Regional Director WHO South-East Asia Samlee Plianbangchang dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Plianbangchang menekankan bahwa golongan yang rentan terkena infeksi HIV adalah mereka yang tidak berdaya antara lain golongan usia muda, lelaki seks lelaki, pekerja seks, pengguna narkoba dengan jarum suntik maupun pekerja migran.

"Pencegahan HIV dan perawatan bagi golongan-golongan ini perlu segera disediakan dan dapat diakses dengan bebas," kata Plianbangchang.

Sementara itu, WHO mencatat epidemi HIV/AIDS mengalami penurunan secara global di kawasan Asia Tenggara dimana pada 2011, sebanyak 2,2 juta orang diseluruh dunia terinfeksi HIV dan sebanyak 1,7 orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Di 11 negara di kawasan Asia Tenggara, tercatat ada penurunan jumlah infeksi baru HIV sekitar 35 persen dari 320.000 orang pada 2001 menjadi 208.500 pada 2011.

Salah satu faktor kunci dalam penurunan jumlah penderita HIV baru itu disebut Plianbangchang adalah meningkatnya akses terhadap terapi antiretroviral (ARV) dan perluasan program pencegahan HIV.

Di Asia Tenggara, 46 persen dari penderita HIV/AIDS dewasa yang membutuhkan perawatan telah mendapatkan terapi ARV pada akhir 2011, naik dari sebelumnya 12 persen pada tahun 2005.

Sedangkan perawatan bagi penderita HIV/AIDS pada anak adalah sebesar 39 persen pada 2011, naik dari 9 persen pada 2005.

"Memulai perawatan lebih awal mengurangi angka kesakitan dan kematian karena HIV dan penelitian terakhir telah membuktikan keuntungan pencegahan pada tahap awal bagi pasangan penderita AIDS yang belum terinfeksi," kata Plianbangchang.

Meski demikian, Plianbangchang mengingatkan masih banyak tantangan dalam penanggulangan HIV/AIDS kedepannya, antara lain bahwa setengah penderita yang membutuhkan terapi ARV belum mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Selain itu, kelompok rentan seperti pekerja seks, pengguna napza suntik dan lelaki seks lelaki (LSL) masih menghadapi stigma dan diskriminasi dalam mengakses layanan pencegahan maupun pengobatan.

Plianbangchang mengatakan perlu dilakukan perluasan dan desentralisasi layanan tes HIV untuk mengetahui siapa saja yang tertular HIV dan segera memasukkan mereka dalam layanan pengobatan.

WHO telah mengeluarkan kerangka acuan penanggulangan AIDS bagi dewasa, anak-anak dan wanita hamil pada tahun 2010 lalu dan merencanakan untuk mengeluarkan kerangka acuan yang lebih rinci dengan panduan normatif serta operasional dalam melakukan pengetesan dan perawatan yang akan diluncurkan pada 2013.
(A043/Y008)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026