
Harga CPO di Sumsel naik tipis

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan, Rabu, tercatat Rp6.051 perkilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya Rp6.038 perkilogram, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin.
Ia di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) pekan ini mengalami kenaikan tipis, karena hanya selisih Rp13 dari harga sebelumnya yakni dari Rp6.038 menjadi Rp6.051/Kg.
Harga CPO sejak awal November 2012 hingga Rabu selalu terjadi perubahan, namun masih kisaran Rp6.000/Kg.
Pemasaran CPO selain ditetapkan dalam rapat rutin antara pihak pengusaha perkebunan dengan dinas instansi terkait diadakan dua kali dalam sebulan, juga mengikuti perkembangan harga pasaran di luar negeri.
Hasil CPO Sumsel selama ini selain memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk diolah kembali menjadi minyak goreng curah maupun yang sudah dikemas bermerek, juga dipasok ke sejumlah negara konsumen (ekspor).
Lebih lanjut, ia mengatakan, harga CPO dan TBS di Sumsel setiap bulan terjadi dua kali perubahan disesuaikan dengan hasil rapat rutin tersebut.
Selain CPO, melalui rapat itu juga ditetapkan harga patokan pembelian buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) pada periode November ini yang tercatat mulai ada perbaikan.
Memang, kata dia, kenaikan harga TBS belum signifikan yakni dari Rp1.202 menjadi Rp1.207/kg atau selisih kenaikan hanya Rp5,- dari harga sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, penetapan harga CPO maupun TBS dalam rapat rutin tersebut selalu dihadiri belasan penanggung jawab perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah memasarkan hasil komoditas itu antara lain PT Tania Selatan, PT Aek Tarum, PT Mitra Ogan, PT Lonsum dan PT Minanga Ogan.
CPO dan TBS yang dipasarkan itu dihasilkan dari puluhan perusahaan perkebunan dengan total luas mencapai kisaran 600 ribu hektare tersebar pada beberapa daerah penghasil seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lahat termasuk Pagaralam dan Musirawas.
Berdasarkan data, dari total luas areal perkebunan kelapa sawit itu, sebagian besar sudah usia tua dan kurang produktif, sehingga diperlukan usaha peremajaan kembali, katanya.(ANT-M033)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
