Logo Header Antaranews Sumsel

Harga bawang merah turun

Senin, 19 November 2012 23:02 WIB
Image Print
Bawang Merah (Foto Antarasumsel.com/Nila Fu'adi)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bawang merah di pasar tradisional Kota Palembang, Senin tercatat Rp15.000 per kilogram atau turun dibandingkan tiga hari lalu sekitar Rp18.000 per Kg.

Menurut Rifin, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang, turunnya harga tersebut karena nilai tebus dari agen lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Di samping itu, kata dia, pasokan barang didatangkan oleh pedagang pengumpul dari daerah sentra produksi mulai lancar dan jumlahnya juga cukup banyak.

Ia menjelaskan, harga bawang merah selain mulai turun, juga kualitasnya lebih bagus dan biji/umbinya besar-besar.

Berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, selain harga tinggi, juga bentuknya kecil-kecil, katanya.

Kondisi barang demikian, mulai disukai konsumen karena pada umumnya menginginkan bawang merah dengan biji yang besar-besar.

Sedangkan bawang putih, hingga saat ini masih dipatok dedagang dengan harga tinggi, namun jumlah stok barang dengan permintaan konsumen berimbang.

Harga bawang putih dipatok kisaran Rp18.000 per kilogram, atau masih bertahan seperti kondisi beberapa hari sebelumnya, karena nilai tebus dari agen pelum ada perubahan.

Sementara, harga aneka sayuran di pasar tradisional tersebut sebagian mulai turun, ada pula masih bertahan tinggi.

Harga sayuran seperti kool gepeng dan wortel tanpa daun, dan kentang ukuran sedang masing-masing Rp6.000,00 per kg, tomat sayur Rp14 ribu per kg, buncis Rp6.000,00 per kg, kacang panjang Rp5.000,00 per kg, daun sawi pahit Rp5.000,00 per kg, daun sawi manis Rp5.000,00 per kg, dan daun bawang masih tinggi kisaran Rp30 ribu per kg.

Selanjutnya, harga cabai merah besar turun dari Rp24.000 menjadi Rp20.000 per kg, cabai rawit bertahan Rp20.000 per kg.

Menurut pedagang, harga aneka sayuran sejak sepekan terakhir ini belum stabil terutama cabai merah masih selalu terjadi perubahan harga tergantung dengan kondisi pasokan barang yang didatangkan pedagang pengumpul dari daerah sentra produksi ke pasaran.

"Jika pasokan lancar disertai jumlah barang cukup banyak, biasanya harga akan mengalami penurunan, demikian sebaliknya," katanya. (M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026