Logo Header Antaranews Sumsel

Ancaman banjir di Sumsel mencemaskan

Rabu, 14 November 2012 08:23 WIB
Image Print
Sekumpulan anak tengah bermain di halaman sekolah mereka yang telah menjadi kolam akibat hujan lebat di Palembang Jumat (9/11). (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Serikat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Selatan mencemaskan ancaman banjir melanda sejumlah kabupaten dan kota provinsi setempat karena kerusakan hutan tidak seimbang dengan kegiatan penghijauan kembali atau reboisasi.

"Kerusakan hutan akibat faktor alam dan kebakaran pada musim kemarau serta ulah manusia lebih banyak dibandingkan dengan reboisasi, sehingga keseimbangan ekosistem alam terganggu dan bisa menyebabkan banjir di mana-mana pada musim hujan," kata Sekretaris SHI Sumsel Muhammad Syarifudin di Palembang, Rabu.

Menurut dia, setiap tahunnya terdapat ribuan hektare hutan di provinsi berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa ini mengalami kerusakan.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan yang lebih parah dan mengancam keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat akibat banjir dan tanah longsor pada setiap musim hujan perlu digalakkan kegiatan reboisasi.

Kegiatan menghutankan kembali areal hutan yang mengalami kerusakan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat agar bencana alam tersebut bisa dicegah atau paling tidak dampaknya bisa diminimalisir, kata Syarifudin.

Dia menjelaskan, selain perlu menggalakkan reboisasi, perlu juga segera dilakukan langkah perlindungan dan pengamanan hutan dari oknum masyarakat dan pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi atau kelompoknya saja.

Praktik penebangan atau perambahan hutan secara tidak sah (illegal) harus dihentikan dan pelakunya ditindak tegas, karena ulah mereka bisa mengancam kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya di bumi Indonesia ini.

Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan ke depan masyarakat tidak harus mencemaskan lagi terjadinya ancaman banjir dan tanah longsor pada setiap musim hujan tiba karena alam bisa menyeimbangkan dengan kondisi iklim, kata aktivis peduli lingkungan itu menambahkan. (ANT-Y009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026