
Sekolah diliburkan wali murid protes

....Kami merasa dirugikan karena jam belajar siswa diliburkan, padahal bukan hari besar nasional....
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Sebagian besar sekolah di Kota Bengkulu diliburkan pada pencanangan hari tawuran anak di daerah itu, namun sejumlah wali murid protes karena bukan hari libur nasional.
"Kami merasa dirugikan karena jam belajar siswa diliburkan, padahal bukan hari besar nasional," kata seorang wali murid Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkulu Arjun, Jumat.
Ia menyesalkan Dinas Pendidikan setempat menjelang pemilihan umum daerah (Pilkada) Kota Bengkulu sering kali meliburkan sekolah untuk kepetingan golongan tertentu.
Sebelumnya pada hari guru, sekolah juga diliburkan untuk menghadiri acara salah satu kandidat wali kota, sekarang kembali diliburkan pada hari pencanangan tawuran anak juga dihadiri oleh pasangan calon wali Kota priode 2012-2017.
"Kami mengharapkan acara tersebut jangan sampai meliburkan sekolah anak-anak, terlebih anak sudah duduk di kelas VI sangat membutuhkan jam belajar yang aktif," katanya.
Salah seorang guru sekolah dasar mengatakan, pada hari pencangan tawuran anak itu seluruh guru wajib untuk hadir dan diberikan uang saku masing-masing Rp10 ribu.
"Kami harus sudah di lapangan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, meskipun diguyur hujan tetap juga hadir karena acara itu akan dihadiri Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi," kata guru yang enggan disebutkan namanya itu.
Hari pencanagan tawuran anak di Kota Bengkulu digelar di lapangan Olahraga Sawah Lebar setempat dan dihadiri seluruh guru dan ribuan anak sekolah. (ANT-.Z005)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
