Logo Header Antaranews Sumsel

Mensos : TKI harus punya keahlian

Sabtu, 20 Oktober 2012 21:24 WIB
Image Print
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri. (FOTO Antarasumsel.com/Yudi Abdullah)
...Saya sepakat TKI yang menjadi pembantu rumah tangga tidak dikirim lagi tapi harus yang ahli seperti perawat atau pengasuh bayi...

Tangerang (ANTARA Sumsel) - Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri harus punya keahlian bukan hanya pembantu rumah tangga, kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

"Saya sepakat TKI yang menjadi pembantu rumah tangga tidak dikirim lagi tapi harus yang ahli seperti perawat atau pengasuh bayi," kata Mensos saat menyambut kedatangan WNI overstay dan TKI bermasalah dari Arab Saudi di terminal 4 Selapajang, Tangerang, Sabtu.

Mensos mengatakan, TKI yang infromal seperti pembantu rumah tangga harus dihentikan pengirimannya karena selain devisa yang didapat kecil, harkat dan martabat bangsa juga hancur.

"Nanti Indonesia dikatakan negara pembantu rumah tangga, padahal kita bangsa yang besar harus berpikir untuk tetap menjaga harkat dan martabat," tambah Mensos.

Setiap tahun Kementerian Sosial menargetkan untuk memulangkan 11.000 TKI bermasalah termasuk WNI overstay dengan total anggaran sebesar Rp9 miliar.

Untuk 2012, sebanyak 2.221 WNI overstay dan TKI bermasalah dari Arab Saudi telah dipulangkan oleh Kementerian Sosial ke daerah masing-masing.

Sejak 17- 20 Oktober 2012 WNI yang overstay telah dipulangkan berasal dari 14 provinsi paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah,NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat.

Kloter pertama yang dipulangkan pada 17 Oktober 2012 sebanyak 336 orang, kloter kedua 373 orang, selanjutnya 401 orang, keempat 400 dan pada Sabtu (20/10) dua kloter masing-masing sebanyak 333 orang dan 378 orang.

Dari 2006 sampai 2011 Kementerian Sosial sudah memulangkan 185.083 orang WNI dan TKI bermasalah dengan total anggaran Rp127 miliar.(ANT-D016)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026