Logo Header Antaranews Sumsel

Program penyembuhan trauma di Ogan Ilir efektif

Kamis, 18 Oktober 2012 10:37 WIB
Image Print
Petugas Forensik melakukan reka kejadian dan olah TKP di Desa Limbangjaya, Senin (30/7). Insiden di TKP tersebut antara Brimob dan warga pada Jumat lalu berkaitan dengan sengketa lahan PTPN VII mengakibatkan satu korban jiwa. (Foto Antarasumsel.co
....Masyarakatnya terutama ibu-ibu dan anak-anak setelah terjadi bentrokan berdarah mengalami trauma dalam bentuk ketakutan setiap mendengar suara mirip letusan senjata api....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Program penyembuhan trauma masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang dilakukan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Womens Crisis Centre" setelah terjadi bentrok antara petani dan warga setempat dengan aparat kepolisian cukup efektif mengurangi rasa ketakutan mereka.

Program penyembuhan trauma atau "Trauma Healing" yang dilakukan bersama aktivis organisasi lainnya serta Komnas Perempuan pasacabentrok yang menimbulkan korban jiwa dan luka tembak terhadap anak-anak dan perempuan pada 27 Juli 2012 berdasarkan evaluasi sementara menunjukkan hasil sesuai rencana, kata Ketua "Womens Crisis Centre -WCC" Yeni Roslaini Izi di Palembang, Kamis.

Menurut dia, beberapa program penyembuhan trauma pascabentrokan berdarah di desa Limbang Jaya tersebut yakni membuat kelompok diskusi bagi remaja perempuan dan ibu-ibu, kelompok bermain anak-anak dan pelatihan membuat kerajinan tangan serta aneka jenis cenderamata.

Kegiatan yang sudah berjalan sekitar tiga bulan tersebut cukup membantu masyarakat menghilangkan trauma peristiwa bentrokan yang terjadi di sekitar desa mereka.

"Masyarakatnya terutama ibu-ibu dan anak-anak setelah terjadi bentrokan berdarah mengalami trauma dalam bentuk ketakutan setiap mendengar suara mirip letusan senjata api dan kedatangan orang yang tidak dikenal di desa mereka kini sudah tidak lagi merasakah hal tersebut," ujar dia.

Begitu juga rasa kebencian masyarakat terutama ibu-ibu terhadap polisi karena mereka menganggap aparat keamanan itu merupakan sosok yang kejam dan rasa ketakutan anak-anak saat melihat sosok seseorang berpakaian seragam polisi berangsur mulai hilang.

Meski sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, program penyembuhan trauma masyarakat di daerah yang hingga kini masih memiliki kasus sengketa agraria dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, akan terus dilakukan hingga benar-benar mereka bisa melepaskan diri dari belenggu ketakutan tersebut, kata aktivis pembela hak-hak perempuan itu menambahkan. (ANT/Y009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026