
Pembeli harus cerdas pilih hewan kurban

....Kota Palembang menjelang perayaan Idul Adha tahun ini banyak bermunculan pedagang hewan kurban, sehingga calon pembeli harus cerdas memilih baik kualitas hewan maupun harga....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang menjelang perayaan Idul Adha tahun ini banyak bermunculan pedagang hewan kurban, sehingga calon pembeli harus cerdas memilih baik kualitas hewan maupun harga.
Nanang Abas salah satu penjual hewan kurban yang sudah sejak tahun 80-an malang melintang di bisnis ini di Palembang, Jumat memaparkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang pembeli hewan kurban.
"Baik sapi maupun kambing yang ganteng dan gemuk belum menjamin berkualitas secara keseluruhan," katanya.
Menurut dia, kulit hewan yang mulus tanpa bekas luka tidak berpengaruh dengan kualitas daging hewan tersebut.
Hal yang harus diperhatikan dari hewan kurban adalah umurnya. "Makin tua lebih baik dagingnya untuk dikonsumsi," paparnya.
Cara untuk melihat apakah umur hewan sudah baik untuk dikurbankan adalah melalui giginya. Bila gigi si hewan kurban sudah tanggal, berarti sudah memasuki umur kurban, jelasnya.
Kemudian harga bisa jadi tolak ukur apakah hewan kurban yang ditawarkan berkualitas atau tidak.
"Umumnya hewan urban jadi mahal karena jenis, berat dan mulus," katanya.
Meski demikian, kata dia, pembeli harus jeli menanyakan tingkat kesehatan si hewan kurban. Hewan kurban tentunya harus bebas dari penyakit, melewati pemeriksaan Dinas Pertanian, dan sudah divaksinasi dari segala penyakit.
"Setiap tahun hewan kurban kami sesuai dengan prosedur Dinas Pertanian," ujar pria yang memiliki lapak hewan kurban di salah satu kawasan Jalan Demang Lebar Daun itu.
Ia juga menjelaskan, hewan kurban yang paling baik adalah yang diasupi dengan rumput berkualitas baik. Tidak hanya itu, hewan juga harus diberi campuran vitamin pada asupan rumputnya untuk menjaga kesehatannya.
"Dengan demikian penting untuk pembeli menanyakan asupan hewan kurban pada penjual" tutur pria berusia empat puluh tahunan itu.
Dalam hal itu, diakuinya hewan kurban kambing lebih sulit perawatan dan pemberian makannya. Hal itu dikarenakan kambing lebih mudah terjangkit penyakit ketimbang hewan kurban lain seperti sapi.
Lapak milik Nanang sendiri sudah dipercaya berbagai tempat untuk memasok kebutuhan hewan kurban setiap tahunnya. Pelanggan Nanang sendiri antara lain: Sekolah Alam, beberapa perguruan tinggi, dan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf.
"Dengan menjaga kualitas, harga bersaing setara harga grosir, dan rekomendasi hewan yang baik, kami yakin pembeli tidak akan ke mana-mana," katanya menambahkan. (Feny)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
