Logo Header Antaranews Sumsel

Gubernur Sumsel bertemu diplomat AS dan Eropa

Kamis, 11 Oktober 2012 10:05 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menjamu makan malam para diplomat AS dan Eropa di Palembang, Rabu malam (10/10) (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin bertemu dan menggelar jamuan makan malam dengan para diplomat dari Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang berkunjung ke daerah ini, untuk menjajaki peluang investasi di sini.

Hadir pada jamuan makan yang digelar di Griya Agung Palembang, Rabu (10/10) malam, yakni Sekretaris Pertama Kedutaan AS Michael Roberts, Duta Besar Ekuador Eduardo Calderon, dan Sekretaris Ketiga Kedutaan Ukrania Shviets Nikolay.

Tampak pula hadir Sekretaris Pertama Kedutaan Kroasia Anja Cucek, Komisioner Perdagangan Kedutaan Kanada Tracy Reynolds, Sekretaris Pertama Kedubes Slovakia Miroslav Ondrej, dan perwakilan Kedutaan Kolombia Juanita Esaza.

Pada acara "Welcome Dinner Gubernur Sumsel dengan Rombongan Economic Field Trip Amerika-Eropa", Alex Noerdin sempat pula menghibur para tamunya itu dengan mendendangkan sebuah lagu "Wonderful World".

Mereka juga mendapatkan suguhan pementasan tarian daerah Gending Sriwijaya, musik, tarian dansa, serta berbagai hiburan lainnya.

Alex Noerdin mengatakan, provinsi yang dipimpinnya itu berada pada posisi strategis secara ekonomi karena terletak di antara Pulau Jawa serta negara tetangga Singapura-Malaysia.

Provinsi yang memiliki 11 kabupaten dan empat kota ini mempunyai potensi sumber daya alam yang cukup besar, namun karena berbagai keterbatasan hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Beberapa potensi sumber daya alam Sumsel itu, kata Alex, berupa minyak bumi terdapat cadangan cukup besar mencapai 5.034.082 MSTB, gas alam yang terdapat di Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Kabupaten Ogan Komering Ilir mencapai 7.238 BSCF, serta panas bumi sebkitar 1.911 MWe.

Sedangkan potensi batu bara tercatat sebesar 22,24 miliar ton atau sekitar 38 persen dari cadangan yang terdapat di Indonesia.

Cadangan batu bara yang tersebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin baru dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara PT Bukit Asam dan beberapa perusahaan swasta.

Guna memanfaatkan potensi daerah yang cukup besar itu, pihaknya mengundang investor dari AS dan Eropa untuk mengelolanya, sehingga potensi tersebut dapat lebih bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat, ujar Gubernur Sumsel itu pula. (ANT/Y009)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026