Logo Header Antaranews Sumsel

PT KAI tingkatkan volume angkutan batu bara

Selasa, 9 Oktober 2012 13:45 WIB
Image Print
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko (Foto Antarasumsel.com/Awi)
....Angkutan batu bara menggunakan jasa kereta api atau dikenal dengan Babaranjang dari Tanjung Enim menuju Tarahan (Lampung) dan Kertapati (Sumsel) hanya mampu mengangkut rata-rata 12,5 juta ton batu bara per tahun....

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Kereta Api Divisi Regional III Sumatera Selatan menargetkan akan meningkatkan angkutan batu bara hingga mencapai 20 juta ton pada tahun 2014, karena telah ada penambahan gerbong baru dari 40 menjadi 60 unit gerbong.

Angkutan batu bara menggunakan jasa kereta api atau dikenal dengan Babaranjang dari Tanjung Enim menuju Tarahan (Lampung) dan Kertapati (Sumsel) hanya mampu mengangkut rata-rata 12,5 juta ton batu bara per tahun.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko di Palembang, Selasa mengatakan dengan adanya tambahan gerbong rangkaian babaranjang pihaknya menargetkan tahun 2014 volume angkutan batu bara akan mencapai 20 juta ton per tahun.

Untuk mencapai target tersebut sekarang ini sedang dibangun jalan kereta api ganda dari Stasiun Prabumulih tujuan mulut tambang Tanjung Enim sepanjang 60 kilometer yang sebagian sudah selesai dan sisanya beberapa puluh km lagi dalam tahap pengerjaan.

Dengan jalur ganda tersebut, tentunya volume angkutan batu bara menggunakan jasa layanan ka babaranjang akan semakin meningkat dari mulut tambang menuju Tarahan dan Kertapati.

Sementara Kepala Humas PT Kereta Api Divisi Regional III Sumsel Jaka Jarkasih, di Palembang, sebelumnya mengatakan selain menambah gerbong angkutan batu bara, juga enam unit lokomotif tipe cc 204 dari Pulau jawa.

Ia mengatakan, upaya mendatangkan sejumlah gerbong dan lokomotif termasuk membangun rel ganda itu untuk meningkatkan volume pengangkutan batu bara.

Menurut dia, hingga saat ini jumlah gerbong angkutan batu bara yang sudah dimiliki pihak PT KA divre III Sumsel sebanyak 1.131 unit, dan dari total itu 932 unit siap operasi, sementara selebihnya dilakukan perawatan secara bergantian.

Ia mengatakan, dibangunnya jalur kereta api ganda serta diperkuat dengan armada atau gerbong dan lokomotif baru itu, diharapkan angkutan batu bara dapat ditingkatkan puncaknya mencapai 50 juta ton pada beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, upaya yang dilakukan pihak PT KAI divre III tersebut, sejalan dengan keinginan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang juga terus berjuang bersama pihak dinas instansi terkait termasuk pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi batu bara.

Gubernur Alex Noerdin sebelumnya mengatakan Provinsi Sumsel memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah hasil tambang batu bara dengan total cadangan mencapai 22,24 miliar ton.

Sementara yang baru mampu diproduksi oleh perusahaan PT Tambang batu bara bukit asam (PTBA) di Tanjung Enim hingga saat ini rata-rata 10 juta hingga 12 juta ton.

Oleh karena itu, pemerintah daerah sudah beberapa kali pergantian gubernur terus memperjuangkan ke pusat pembangunan Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api yang dilengkapi infrastruktur jalan darat, termasuk jalan kereta api dua jalur dari pelabuhan hingga ke mulut tambang.

Dengan dibangunnya pelabuhan laut tersebut, diharapkan produksi batu bara dapat ditingkatkan hingga puncaknya mencapai 100 juta ton secara bertahap, selanjutnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat di provinsi ini, kata gubernur. (ANT/M033)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026