
Titik api di Sumsel berangsur berkurang

...Titik api atau "hotspot" di wilayah Sumsel sekarang ini terdeteksi satelit 25 titik, jumlah itu menurun dari sebelumnya yang mencapai 35 titik...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Titik api di wilayah Sumatera Selatan beberapa hari terakhir berangsur-angsur berkurang karena provinsi tersebut Oktober ini mulai memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan.
"Berdasarkan pemantauan melalui satelit titik api penyebab kabut asap di Sumsel mulai berkurang karena pada musim pancaroba sekarang ini beberapa daerah sudah ada hujan yang cukup lebat," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel Indra Purnama di Palembang, Selasa.
Menurut dia, titik api atau "hotspot" di wilayah Sumsel sekarang ini terdeteksi satelit 25 titik, jumlah itu menurun dari sebelumnya yang mencapai 35 titik.
Jumlah titik api di provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota ini berdasarkan pemantauan melalui satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) paling banyak terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Titik api tersebut diprediksi terus mengalami penurunan karena curah hujan pada musim pancaroba Oktober ini diprakirakan lebih banyak di bandingkan pada bulan sebelumnya, kata dia.
Dia menjelaskan, hujan di Kota Palembang dan sebagian besar wilayah Sumsel lainnya pada bulan ini diprakirakan intensitas curah hujannya sedikit meningkat dari September lalu yang berkisar 50 - 150 mm.
Hujan yang mulai turun cukup lebat disertai angin kencang beberapa hari terakhir ini pertanda musim pancaroba.
Musim pancaroba atau peralihan musim kamarau ke musim penghujan salah satu cirinya mulai banyak turun hujan lebat dalam durasi singkat disertai angin kencang dan biasanya tidak merata.
Mulai tingginya intensitas curah hujan pada msim pancaroba tersebut diharapkan masalah kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas seperti transportasi darat, laut dan udara serta gangguan kesehatan masyarakat Sumsel pada Oktober ini bisa berakhir, kata pejabat Stasiun Klimatologi Kenten itu. (ANT-Y009)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
